KENANGAN DERITA
Tersepuh hati tertiup malam
Bersama gelap tubuh terdiam
Berusaha untuk merasakan
Namun tak jua dapatkan
Darah derita mengucur dari jiwa
Perih bernanah terbalut bersama
Tuhan aku berdoa
Berharap bangkit dari semua tentang nya
Bukan maksud tuk menampik
Tapi kini dia bersama dengan segala munafik
Tak satu pun dari diriku ingin ‘tuk memberi
Sedang ia meneriaki
Berceritaku pada malam di sana
Akan teriaknya yang melengking di hati
Meski telah aku coba
Tapi aku tak sanggup membendungnya
Terdengar tawa hina ia di sana akan aku
Sedang bingung gelisah menyiksa aku
………
Malam seakan tak berganti
Tubuh lelah bersama luka di sini
Berusaha diam dalam benci
Meratap aku menahan duka
Berharap coba terlupa akan dia
Gelak tawa dunia untukku
Coba memperlihatkan kebodohanku
Terlarut jauh aku dalam luka
Berlumur kesedihan sia-sia
Kini aku tetap berharap
Walau hujatan terucap
Cinta dan sayang ku masih ada
Berselimut dalam kabut benci hina
Untukmu kuselaluSelamat jalan wahai kau
Kan kubiarkan ini terkubur
Tanpa sisa sebag
DARIKU UNTUKMU
Segala tiada rasa menghampiri
Tatkala hati bergundah gulana di sini
Pikiran yang tak habis olehmu
Kini termakan benci oleh lukaku
Sadar akan salah
Tapi tak beranjak tanpa bersalah
Puing-puing busuk luka menggerogoti
Hingga tiada sisa terobati
Kini tinggalah bekas
Hingga ajal datang, masih membekas
Kesadaran diri dituntut di sini
Agar sesal tak datang padamu nanti
Ini dariku untukmu
Supaya kamu paham akan segala sesuatu
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Aveiro_Chintya





































