<< Puisi Puisi Zuwaily  >>

Puisi Zuwaily

E-mail Cetak PDF

MALU

Sebenarnya kuingin mendekatimu,
Tapi aku malu. Kau tahu dengan membaca jemari
Pun diriku semalaman habiskan kopi
Semakin pekat, kaburkan terang di mataku
Gelisah… belumlah cukup tuk tuangkan secangkir lagi
Karena kumalu…

Di sana, kau tatap aku dengan senyummu
Meski kutak mengerti. Apa maksudmu?
Membuka tangan tuk hidangkan makan malam ini
Namun kutetap malu,
Khawatir… kau pecahkan piring-piring di mejaku

#Jakarta, dini hari 2012#

HILANG

Dan menyadari telah hilang untuk sementara
Pun di semak hati tak jua ditemukan
Seberkas harapan hanguslah sudah
Terbersit tanya berkelebat ditambah sesal
Kemudian harus direlakan

Bukan perkara ada atau tiada
Sebelum itu, kutekankan kata jerih payah berbuih nestapa
Berharap sekali lagi, janganlah hilang seperti yang diduga
Jika sementara kuiba kembali
Di sini, di sampingku yang terpengkur -duduk di depan kata-

Masih menghitung menit
Belumlah lama… mungkin terselip
Alpa waktu -terbasuh tangan yang sakit-
Lebih dari sangka yang terjepit
Dan mungkin hilang… tak selamanya

#Jakarta, ~siang ini ia hadir~12#

Joomlart