<< Puisi Puisi-puisi Gracesla  >>

Puisi-puisi Gracesla

E-mail Cetak PDF

SERPIH TENTANGMU

Masihkah terjejak di sana
Langkah mungil delapan tahun lalu
Adakah sisa debu dari ketukan jemariku
Atau serpih kertas pembungkus lucu bingkisanmu
Ketika ruam muka itu menjelaskan
Kita bukan siapa-siapa

Masihkah terpajang rapi

Boneka mungil berbungkus janjimu menjaga
Dalam lemari kaca kecil yang pernah tersedia
Tas merah muda yang dulu tergantung di bahu kanan itu
Dan foto-foto dalam album, pigura rapuhmu
Ketika tak sekalipun perlu kucari sosoknya
Tetap di sini

Masihkah senyum yang kau tangkap itu tersimpan

Tentang ikan dan sup hangat yang pernah tersaji
Permainan-permainan sore konyol
Dengan kelinci coklat muda dan gemericik air kolam
Atau bubur terigu yang tertuang demi tawaku

Entah, patutkah kurindukan?

Bagaimana kusebut empat huruf istimewamu,
yang kala itu terbuat khusus untukku
Meski nama singkatku tak lagi di sana untuk kau lantunkan
Walau kata yang pernah kutulis hilang terbawa serpihnya
Ketika milikmu masih rapi kusimpan
Tak perlu rumit kau ingat kembali
Gemerlap malam, sampaikanlah..
Aku rindu..


Grace Sekar Larasati
3 Agustus 2011

---

SANG BULAN

Aku kembali dalam pelukan sang bulan
Saat kutahu tak ada lagi kata-kata
Gelimang gundah, hasrat ragu yang kian menyatu
Lalu amarah sengaja kupendam,
Biarkan luka terdiam sejenak, di pelukan sang bulan

Sudahi masa yang berlalu,
Cukup, tak perlu hiasa hari-hari dengan tangis
Biarkan rentasi puing-puing di bawah cahaya
Karena aku inginkan ini, memeluk sang rembulan
Jauhkan angan tak terperi yang kelam
Dahagakan bahagia berselimut senyum purnama

Kemudian kubisikkan temaram itu di bawah cinta;
'Tetapkan aku di hatimu
Sambut selalu gelisahku
Pegang erat rapuhnya hatiku
Inginku ini, sang bulan yang sulamkan cinta di tepi hampa'

Joomlart