<< Puisi langit jingga 12  >>

langit jingga 12

E-mail Cetak PDF
17 Desember 2010 (04:17)

Dalam waktu inilah kumulai menghargai waktu
Di saat kubebas bertingkah kekanakan
Berjingkat seraya bermain diantara rumput liar
Menenggelamkan diri pada lumpur
Yang tak sepenuhnya kotor

Di sinilah kan kuingat segalanya
Saat – saat menertawakan matahari dan rembulan
Meresapi galaunya hati sambil memainkan api
Menggila di balik kesunyian malam tak beradab
Bertarung melawan hitamnya hati dan ego
Waktu – waktu tuk merasakan sensasi sebagai manusia bebas

Dalam lingkaran inilah kumencoba terbentuk
Lingkaran yang mana kutak selamanya berpijak
Kan datang waktu dimana kuharus melangkah keluar
Masuk ke dalam lingkaran lainnya
Melanjutkan tahap pendewasaan manusia sejati

Tapi tak berarti kutak bisa kembali
Meski hanya sekedar untuk mampir dan bernostalgia
Darah, keringat, dan airmata
Dibasuh manisnya kepuasan akan sebuah perjalanan

Beranjak dari memahami berbagai perbedaan
Bertujuan mendapatkan arti dan hakikat kehidupan
KATA
PERBUATAN
KESEMPATAN
WAKTU

Kembali mempelajari dan menelaah hal penting
Menyadari bahwa keterbatasan bukan kurungan
Mari tetap menggila
Karena perjalanan indah dapat berawal
Dari mimpi dan khayalan

---

19 Desember 2010 (21:48)

Melangkah dengan gontai tertunduk
Bersama galaunya hati
Di dinginnya malam sunyi
Kabut kuresapi dengan hampa

Give me some love . . .
And I will kept struggle
Meski terus terjaga
Di hitamnya malam – malamku

Ketika damai saja tak lagi cukup
Rumput liarku, mari bersama dan melangkah
Ketika cinta masih tak cukup
Kutertawakan dunia beserta aturannya

Aku masih tetap munafik
Entah seperti apa hidupku
Hari – hari yang kujelang
Malas menanti setiap jawaban
Jujur kusering ingkari nyata


Joomlart