<< Puisi Tangisan Sang Jibril  >>

Tangisan Sang Jibril

E-mail Cetak PDF

TANGISAN SANG JIBRIL

Kalaulah esok tak sempat kunikmati senyum dan air mata
Sebelum kumenuju puncak diam
Inginku mewarnai bintang dan matahari bersamamu Ibu
Inginku lewati setapak jalan di kebun belakang bersamamu Ibu
Menangis di bawah gerimis
Kalaulah esok tangan tak mampu menyentuh
Kembali inginku putar jam dinding itu
Menatap malu juga kata yang belum mampu memaafkan
Kuhitung waktu itu
Kala tangan Isra’il menggandengmu Ibu
Perlahan mata menutup
Darah berhenti berjalan
Raga melebur bersama bumi
Lalu…
Kulihat kau tersenyum
Berdampingan Sang Jibril yang menderu menangis
Membutakan segala belai dan kasihmu
Tangisan yang kunjung perlahan tidak usang
Melihat kekasih hatimu tertunduk dan kacau seketika

 

 

 

Pendopo Agung, 11-11-11
11.11 WIB
Karya Nur Wachid ( Si WA Leksmana)

Joomlart