<< Puisi Dirimu  >>

Dirimu

E-mail Cetak PDF
DIRIMU

Katamu, kau takkan muncul lagi di sini
Tapi mengapa kata katamu tetap menari di lubuk, bayanganmu tetap menyanyi di pelupuk?
Katamu, kau takkan berdiri lagi di sini
Tapi mengapa kau masih menelanku bulat bulat
Menanyaiku perihal hujan perak, meributkan setiap lekuk tubuhku
Nafasmu diselimuti debu purba,
Meski tlah kubangun benteng pembatas antara ya dan tidak
Kau memburaikan setiap belulang jejak tualangku
Mengapa kau masih di sini?
Katamu, kau hanya desir tubuh melayu
Penuh gejolak memangku memori dan, jatuh dalam lingkup kepatutan
Aku akan menggiringmu ke tempat senyap,
Tempat taburan embun embun saat dulu kau masih memandangku jelita

 

Joomlart