<< Puisi Retak Tak Terkira  >>

Retak Tak Terkira

E-mail Cetak PDF

RETAK TAK TERKIRA

Senaj berakhir sudah
Reruntuhan jingga kasih meninggalkan sangkar dalam kepalanya
Petuah-petuah berserakan tanpa pemiliknya
Sehati tak bersahaja terlihat resah

Dalam angan hanyalah berangan
Sejenak saja lingkar dijemariku aku rapatkan
Berusaha terbata-bata kemudian berakhir kembali

Dalam pangkuannya akupun mengembangkan layar terkembangku
Dalam ketiadaan aku hempaskan saja secawan cahaya darimu
Tak perlu kau tengok kembali
Tak perlu pula kau menari dalam hati
Karena semua itu tak perlu untukku

 

Joomlart