"Padang hijau di balik gunung yang tinggi
Berhiaskan pelangi setelah hujan pergi
Kuterdampar di tempat seindah ini
Seperti hati sedang, sedang jatuh cinta"
Sepenggal bait lagu yang sedang kudengarkan
Mengalun manis temani dinginku
Aku memang merindukanmu purnama
Di dalam kelamnya malamku yang basah merebak
Tapi ku lebih ingin melihat Pelangi yang indah
Di mana kubayangkan harta berkilau di kakinya.
Namun melayang . . .
Pergi . . .
Menghilang . . .
Menjauhlah . . .
Aku memang tak bertahta
Hanya bisa memuja dan bukan dipuja
Aku tak punya kuasa akan mahadaya
Bahkan untuk mengikat sebentuk pelangi
Di lembabnya langit cerah berwarna jingga
Seusai hujan badai siang tadi
Mungkin nanti,
Bila tiba waktuku,
Kutinggalkan gubuk dekilku
Kutanggalkan baju usangku
Masih ku ingin meminta sedikit waktu
Meski setan tempat kumeminta
Dengar, dengarkanlah wahai langit
Mengertilah dunia
Bukan kusendiri yang kini meminta
Untuk dapat memeluk jagat
Di lembah kelabu yang fana
Sebentar lagi,
Perduli apa? Biar mampus saja!
Aku kan kembali bertaruh
Untuk dapat melanjutkan bait selanjutnya
"Ku bahagia merasakannya Andaikan aku bisa di sini selamanya 'tuk menikmatinya"
---
05 Desember 2010 (04:52)
Aku memandangi rintik hujan tengah malam tadi
Disinari headlamp kumenatap ke langit kelam
Bagaikan desir debu dimataku ketika ia tercurah
Layaknya diterpa angin yang menjadi badai di gurun
Alamku yang mempesona.
Daun-daun yang basah tersiram
Damai kutatap dengan aromanya yang khas
Kuberalih kepada rumput-rumput
Berkilau sejuk tertimpa cahaya
Basahpun kutak menggigil
Semakin tenggelam dan dalam
Hasratku melayang mengikuti gerak angin
Melaju seiring khayal yang kukayuh
Di sini aku terus bergulat pasti
Tergulung resah yang tak bertepi
Ujung penantian berselimut mimpi
Bayangku kukira kian memudar kini
Ditelan ego zaman yang terus mendaki
Kuingin tertidur,
Tidurku yang menghapus jiwa
Salam hangat untukmu,
Kukirimkan ke seantero rimba dan samudera
Bergema mengalun jauh di puncak dan lembah
Terhembus angin dan tertambat, mungkin di hati
- Cahaya yang kan padam terkadang berpijar menyilaukan -
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Langit Jingga 11




































