<< Puisi Puisi-puisi Aprilia  >>

Puisi-puisi Aprilia

E-mail Cetak PDF

KAU-LAH CINTA HAKIKI YANG SEBENARNYA

Sejenak aku terkukur, bergelayut dalam mesranya lambaian sunyi. Sunyi yang memiliki akhir tuk menepi. Sayu fikiranku mengelabu hingga membiru dalam benakku. Merangkai asa yang tak jenuh tuk menghingga.

Tertunduk sejenak. Bulan masih bermain dengan bintang. Aku menerka sendiri tentang apa yang ada dalam kalbuku. Menghana dan menjingga. KELU. Semua terayak menjadi satu dan pecah menjadi seribu.

Otakku terus bergelut dengan hatiku. Nuraniku terus menekan asa dan rasaku. Memacu fikirku tuk memberontak dalam batinku yang sayu. Membiaskan sejuta koar yang tajam.

Perlahan, kucerna semua.

Segala ruang hitam putih yang telah ku lalui. Semua kerikil yang menusukku. Dan semua kenangan dalam simbil waktu yang pernah terjadi dalam diriku. Dan semua kenangan YANG TAKKAN PERNAH TERHAPUS DALAM BENAKKU.

Satu hal yang aku sadari semua ini. ENGKAU MENEGURKU, YA RABB.

ENGKAU menegurku karena ku telah larut dalam fana kebahagiaan duniawi yang telah KAU ber. Aku yang larut dalam cinta ciptaanMu. Hingga jauh aku jauh lebih mencintainya daripada ENGKAU.

Butir cinta yang dulu ku genggam hanya untukMu, dan kini kubagi padanya hingga membuatku melupakanMu. Dan kini, akhirnya KAU mengambilnya dariku. KAU Getarkan hatinya untuk makhlukmu yang lain. KAU hambarkan rasanya untukku. Jatuh air mataku. Aku menyesak.

Hanya sesal yang kudapat dari semua ini. RASA SAKIT. Dan ku tau, pantas KAU lakukan semua ini untukku. Aku tau, ini semua terjadi bukan tanpa hikmah. Ini semua KAU lakukan untuk kembali mendekatkanku padaMu. PadaMU yang sesungguhnya adalah CINTA SEJATIKU. CINTA HAKIKIKU. CINTA TERTINGGIKU. CINTA YANG AKAN MEMBAWAKU KE SURGAWI NANTI.

Tak ada guna sesal tanpa perubahan nyata dalam diriku. Dan kini, tak lagi kuulangi kesalahan itu. Kini, aku hanya ingin menggenggam hara cinta suciMu saja. Dan jika kau tegarkan hatiku pada makhlukMu, kuingin meletakkan cintaku itu DI BAWAH CINTAKU PADAMU. Takkan menjadikaMu yang kedua.

Hanya KAU-lah yang tulus mencintaiku. Yang ada di setiap langkahku. Menggandengku di setiap ketir langkahku. Yang tanpa pamrih memberikan elusan mesra di keningku kala kuterjaga maupun terlelap. Meski KAU tak pernah nyata dalam mimpi dan hadap mataku, tapi dapat kurasakan semua yang telah beri untukku. CINTAMU, KASIHMU, ANUGERAHMU dan semua yang tak mungkin makhlukmu beri untukku. Syukron YA RABB. ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIN.

Maafkanku sepenuh HATIMU YA RABB. Maafkan khilafku. Dan syukron YA RABB. ENGKAU telah menegurku. Menegutr khilaf yang telah larut dalam indahnya dunia yang fana dan malupakanMu.

Beri aku kesempatan. Kesempatan untuk memperbaiki segala salahku. Menjadi muslimah yang jauh lebih baik. Menjadi hamba yang dapat membuatMu tertegun kagum atas mulianya CINTA HAKIKI yang KAU anugerahi. Mendekatkan lagi jiwaku padamu.

Izinkan aku menyatukan hatiku padaMu lagi seperti dulu di setiap lima waktu dalam satu hari yang KAU beri. Izinkan aku mengecup sajadah cinta tuk merangkai do`a- do`a indahku lagi. Izinkan aku kembali melantunkan ayat-ayat suciMu lagi. Izinkan aku kembali merengkuh hatiMu.

Lagi, beri aku waktu untuk jantungku berdetak menata sekapur hatiku yang remuk saat KAU menegurku bahwa dirinya belumlah untukku, atau mungkin bukan untukku, bahkan. Semua kuserahkan padaMu. PADAMU PEMILIK HATIKU. PADAMU PEMILIK HIDUPKU.

Tak ada yang lain kini di relungku. Hanya DIRIMU SATU dalam benakku. Terus ingin kugapai CINTAMU. Menata jiwaku hanya untukMu.

ALHAMDULILLAHIROBBIL ALAMIN. Terima kasih, YA RABB. ENGKAU telah meyakinkanku. Menyadarkanku, bahwa  KAU-lah CINTA HAKIKI-ku yang sebenarnya. KAU-lah CINTA SEJATIKU. KAU-lah CINTA TERTINGGI dalam hidupku. Sejakku memulai usiaku hingga akhir usiaku. Hingga akhirnya aku kembali PADAMU. ENGKAULAH PEMILIK HIDUPKU, WAHAI YA RABB-KU…

---

TUHAN MENGIZINKAN PERPISAHAN INI [RESAH DI UJUNG KISAH]

'Kutau kau tak tersenyum melihatku menangis' 
Hari-hari berlalu tanpa ragu. Tanpa tau bagaimana sepi ini membelengguku. Sejak kepergianmu, aku lesu 
'Ingin kumengejar dirimu ' 
Hal-hal yang kau ajarkan takkan pernah pudar dan kulupa. Meski suatu saat nanti ada penggantimu, tapi dirimu memiliki tempat tersendiri di bilik hati ini

Dalam kidung helaian mimpiku, kenanganmu selalu menyapaku 
Dan aku selalu berusaha bangkit

Perpisahan ini seizin Tuhan. Tuhan mengizinkan perpisahan ini

Meski ini bukanlah perpisahan yang indah, namun segala tentangmu adalah hal terindah 

#resah di ujung kisah...

Joomlart