sebuah sajak dan rahasia pertemuan
–iwa & mas aziz
biarlah nanti pada akhirnya nasib
yang mempertautkan tangan kita
setelah malam tiba
di akhir baris kalimat ini akan tertera
pertemuan yang tak pernah
kita perkirakan
sebab di hari itu di usia malam yang
setengah muda
bangku bangku taman tak lagi menggelora
daun daun luruh
udara malam kian tajam
tiba tiba aku merasa tanganku mulai kelelahan
menuliskan sebait lagi puisi untuk kau
padahal sisa malam masih panjang
dan pertemuan selalu saja menjelma rahasia
tamankampus, 30 Juli 2010
perempuan yang namanya ingin dicatat
dalam puisiku tinggal di oktober
–yhaya
perempuan itu selalu mencegatku
saat aku sedang sibuk mengantarkan puisi
ke alamat alamat tak bertuan
padahal setiap jam ia pun sibuk
mencuri puisiku selarik dua larik
dan aku tahu itu
namun sejak ia memohon padaku
untuk menuliskan namanya pada
puisi puisiku
ia lenyap. dan hanya meninggalkan
secarik alamat:
rumahku oktober dan akan segera pindah
setelah puisimu tiba
Juli, 2010
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Restu A Putra ****)







































