MENATA RINDU
menatap sendu
ruang di kalbu
berdekap lantun rindu
desirdesir harapan
teman bayang pujaan
rasa menghujan
mabuk dalam cengkeram
nurani makin diam
engkau pujaan
datang padaku
wangi senjamu
menghias malam biru
kutangkap jua
kidung sunyi menuba
lintas wajahnya
dahaga jiwa
lintas tatap pesona
kekasih tiba
Uly Giz
hongkong
26 mei 2010
SAJAK RINDU
1.
seolah sebuah kilat mengerjap
meski itu senja yang tenang
debar detik menujumu
pada sunyi sudah kutitipkan
selarik pelangi gemerlap intan
2.
senja memulai cahayanya temaram
di kaki bukit turun sebentar singgah
larut segala bayangmu dalam remang
kidung untukmu perlahan kedap
menyanyikan semesta kabut
3.
duhai langit yang tiada tertaklukan
aku menganyam benang demi benang
dari rajutan hatimu untuk kenang
karena cinta telah membalutku juga
mengapa mesti kau teriakan alpa ?
4.
keriut malam makin menoreh sepi
kenang dan sejarah terikat pada dindingnya
deru dan merdu terdengar kidung asmara
tuah rindu menuai suka cita
menyatu di muara satu tentunya
5.
pada senyap dan lindap gemintang
selaksa tafsir membuka tabir
engkau menengadahkan tempayan
biar kutuang seluruh kangenku
bersatu dalam samudra agungNya
Uly Giz
hongkong
3 juli 2010
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Uly Giz **)







































Comments