<< Puisi Puisi-puisi Taltitha ***)  >>

Puisi-puisi Taltitha ***)

E-mail Cetak PDF

PENANTIAN SAKURA

Hari ini sakura masih bersembunyi dalam kelopaknya
Kumbang-kumbang pun masih enggan keluar dari sarangnya
Embun pagi..masih bergantung lembut pada dahan pinus
Dan mentari..masih terlelap di peraduannya

Langkah kaki itu..belum juga terdengar
Rupa manis itu..tak jua terlihat
Hanya memori-mermori indah
Yang masih tersisa..

Saat ini.. mentari mulai bersinar
Dengan gagahnya..menerangi buana
Bersembulan kelopak-kelopak sakura
Namun ia entah di mana..
Takdir tak jua seorang pun tahu
Gembira ria kelopak baru
Namun sakura tidaklah tahu
Raga berdiri.. memandang hati

Kota Bengawan di Sisa Rinai Hujan


TUNAS PERWIRA

Anak-anak manusia berkumpul
Melangkahkan kaki ke dunia baru
Menapaki medan perjuangan
Yakinkan diri menjadi lebih baik

Berjuta impian tergenggam
Aset perubahan masa depan
Pendobrak dinding kemunafikan
Para peneriak kebebasan

Meski raga pucuk muda
Tak pula lemah raga ini
Jiwa ini sudah sampai layak
Dada pun sudah busung bak seorang jendral
Jangan remeh saja pandang muka

Kerikil-kerikil ini memang harus dijalani
Langkah demi langkah..disusuri
Hingga suatu ketika …
Raga jatuh terjungkal!!
Namun senyum tetap mengembang

Tak pernah kudengar keluh kesah itu
Bahkan, untuk sekedar desah nafas….
Tak ada!!
Karena ku tahu..mereka telah yakin
Pintu kebebasan akan terkuak

Misi suci dipikul..
Meski masih kerdil
Namun bulatan tekad telah mendorong mereka
Mendorong pada sebuah kata ‘keadilan’

Surakarta, Jan 6th 2010

Comments

 
+1 #1 Angga Sukma Ramdhani 2010-09-19 10:10
aku suka puisi ini.. terutama TUNAS PERWIRA. generasi baru yg menerima warisan berupa tekad untuk mencapai keadilan... :-)
 
Joomlart