MIMPI BASAH
Lihat si Pria Gembel itu
Dia menyengir dalam tidurnya
Seperti puas oleh sesuatu
Nampak lucu wajahnya
Tergambar jelas mimpinya di atas kepala
Seperti mesin proyektor yang memutar mimpi mesumnya
Dia sedang berjibaku
Sedang bercinta dengan artis ternama itu
Napasnya menderu-deru
Bergerak lihai penuh nafsu
Wajah si artis nampak tersipu
Merasa nikmat oleh nafsu tanpa malu
Si Pria Gembel terus melaju
Tampak bengis menikmati artis itu
Keringat berkucur deras di tubuh kurusnya
Membanjiri dada besar si artis dambaannya
Tak pelak Pria Gembel menjerit kencang
Bersama si artis menuju indah puncak kenikmatan
Dia terlihat puas
Dalam mimpinya itu pun dia lelah dan tertidur pulas
MATINYA SANG PENYAIR
Biadab dengan kemewahan
Imajinasiku telah musnah di balik gemilang uang
Wanita cantik yang setia selalu tersenyum untukku
Rela jika lengan kotorku membenamkan pakaiannya, dan bercumbu
Untuk dapati sensasi beringasnya kejantananku
Kemahsyuran pun mengunci daya jelajah khayal ku dalam bersyair
Bedebah !!
Mereka sudah membunuh potensiku
Kenikmatan mereka membakar kamus kata ku punah
Kini aku kenyang akan kekayaan, kemahsyuran dan pelacur cantik yang terikat oleh cincin pernikahan
Aku rindu
Merindukan punggung bulan di setiap malam
Bertarung dengan kematian dalam medan tempur kelaparan
Bercinta dengan peri mimpi di gubuk kotor yang bau semilir
Serta menari dalam hingar bingar kemiskinan
Berteriak dan menjerit
Menulis puisi gombal cinta dan harapan
Ya, saat aku masih mampu menulis
Aku rindu menulis puisi
Merindukan menulis puisi di bulan
Menulis puisi dan tertidur mendengar dongeng sang rembulan
Aku sungguh rindu
Sangat rindu
Tapi lihat diriku sekarang
Hanya seorang penyair yang sudah mati terbunuh oleh kemahsyuran
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Sukma ***)





































