Punama itu telah sampai puncaknya
Dan di sini Aku masih saja memikirkan rindu
Di mana yang telah membelah kepala kita tentang Pardu,
Pikiran yang hampir lupa dan sampai melupakan peta
Jalan tentang Shubuh.
Untuk meraih ridho-Mu Aku masih saja dikalahkan napsu
Hingga akhir Aku pun salah jalan
Dan Aku pun sasar tak sampai pada kiblat-Mu.
AKU BUKAN
Mungkin Aku tak sanggup menjadi jalan Raya yang ramai dengan hiruk pikuk orang orang
Berlalu lalang oleh kendaraan.
Biarlah aku menjadi jalan setapak
Tapi bisa temukan arah tujuan hidup
Temukan pula ridho-Mu Ilahi Robbi.
Aku memuja kepada siapa yang kuasa di bumi loka,
Hamba-Mu yang masih saja berdusta kata, ampuni segala dosa
Aku maminta pada-Mu Roob, berikan kekuatan, ketabahan kepada Ayah hamba yang sedang dilanda, dicoba dengan segala Rasa.
Dan hamba-Mu, keluarga hamba moga diberi kesabaran
dan bila mana Engkau memanggil Ayah tuk kembal, moga kami tabah.
kami Ridho
kami ikhlas
walau akan menyisakan duka yang mendalam.
namun inilah kehidupan
Yang datang pasti akan pergi.
semua tak ada yang abadi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Ochay Moh. Soleh ***)







































