HUJAN TAK LAGI AKAN TURUN
tak hendakkah kau pulang, anakku?
sekedar menjenguk kemarau yang mengeringkan ladang-ladang kita
pohon buah yang tiada sumringah lantaran pupuk yang tak tentu rimbanya
atau anak-anak kampung yang menghilang tersedot gemerlap peradaban
janganlah terkejut menyaksikan mata air bening yang telah kerontang
kerbau pun menjadi linglung karena tak ada jengkal yang dibajak
sudah lupa kami pada bulir-bulir padi yang bernas
juga nyanyian merdu di tengah panen raya
segalanya hanya hidup dalam ceceran masa lalu
tak apalah jika kini tiada rindu di hatimu
sebab tak ada keindahan pada kami, orang tuamu, yang digerogoti renta
apalagi rumah kita sudah tak lagi kokoh, bersiap sewaktu-waktu roboh
jadi biarlah kami mengadu pada kesunyian yang menyakitkan
tak hendakkah kau pulang, anakku?
pagi tadi kudengar angin berbisik pada ranting sengon yang lapuk,
‘hujan tak lagi akan turun’
2010
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
hujan tak lagi akan turun ****)






































