<< Puisi Puisi-puisi Reski Hasan ****)  >>

Puisi-puisi Reski Hasan ****)

E-mail Cetak PDF

MAKAN MALAM

Apa yang dapat ku santap pada jamuan makan malammu yang bertajuk keangkuhan?

Menu yang sempat ku taksir, habis kau santap sebelum ku cicipi

Aku tak bisa mengimbangi seleramu

      Ku akui itu, jauh sebelum adam dan hawa diturunkan

dan...

Apa pula yang dapat ku ceritakan pada agendamu?

Sementara pedang katamu telah lebih dulu memenggal kepalaku dan menyantapnya di meja makan

     meski masih berdarah

Ah.... Tertipu
Kau bukan menjamu ku

Terlambat aku sadar

Karena kau telah selesai melahap seluruh tawarku

Puas?

      Tak apa, aku sudah terbiasa kelaparan!

 

RUMAHHITAM

Membuatku asing mengenal hitammu

Awal langkah ku hatur harap

Semisal akan menuju jalan pulang, harapku menggebu

“di rumah ini akan ku dengar bahasa bundo”

Rumahitam…

Aku datang mengusung jutaan beban hitam di pundakku yang kian rapuh tergilas angin nasib yang menyeretku ke tanah ini

Berharap dapat ku tebar di belakang panggungmu yang berdebu
Biar berbaur dengan talempong, atau jejak puisi Asrul Sani dan Taufik Ismail

Tapi,

Hitam makin pekat tanpa jawabmu pada salamku yang gemetar
Beban makin menindih tanpa tanyamu pada peluhku yang mengalir
Sementara angin membawa aroma gulai pakis searoma masakan bundo dari dapur bertungku kayu

Rinduku kian menebal pada bundo, pada ayah

Aku kini seperti tersesat di rumah sendiri

Semakin tersudut pada irama talempong dan deklamasi puisipuisi Taufik Ismail yang menyesaki gendang telingaku

Aku tak bisa memahami segala yang kau suguhkan…

Aku terlalu sederhana dengan itu semua…

Aku hanya ingin kau jawab salamku dan mempersilahkan ku duduk dengan memakai bahasa bundo

Tak perlu kau hidangkan gulai pakis

Karena aromanya saja sudah membuat rinduku menipis

Tapi,

Aku bukan sesiapa bisa mengaturmu

Hanya bisa memacu langkahku tinggalkan kau dan segala pongahmu

Setelah asap rokokmu menyamarkan pandangku pada paras sembraut dan teriakanmu di daun pintu

“Pergilah! Tak ada tampungan untuk kesahmu!”

Dengan bahasa asing, meski kita dilahirkan dari rahim yang

sama

Aku seperti asing di rumah sendiri

Bundo… aku ingin pulang!

Joomlart