MAKAN MALAM
Apa yang dapat ku santap pada jamuan makan malammu yang bertajuk keangkuhan?
Menu yang sempat ku taksir, habis kau santap sebelum ku cicipi
Aku tak bisa mengimbangi seleramu
Ku akui itu, jauh sebelum adam dan hawa diturunkan
dan...
Apa pula yang dapat ku ceritakan pada agendamu?
Sementara pedang katamu telah lebih dulu memenggal kepalaku dan menyantapnya di meja makan
meski masih berdarah
Ah.... Tertipu
Kau bukan menjamu ku
Terlambat aku sadar
Karena kau telah selesai melahap seluruh tawarku
Puas?
Tak apa, aku sudah terbiasa kelaparan!
RUMAHHITAM
Membuatku asing mengenal hitammu
Awal langkah ku hatur harap
Semisal akan menuju jalan pulang, harapku menggebu
“di rumah ini akan ku dengar bahasa bundo”
Rumahitam…
Aku datang mengusung jutaan beban hitam di pundakku yang kian rapuh tergilas angin nasib yang menyeretku ke tanah ini
Berharap dapat ku tebar di belakang panggungmu yang berdebu
Biar berbaur dengan talempong, atau jejak puisi Asrul Sani dan Taufik Ismail
Tapi,
Hitam makin pekat tanpa jawabmu pada salamku yang gemetar
Beban makin menindih tanpa tanyamu pada peluhku yang mengalir
Sementara angin membawa aroma gulai pakis searoma masakan bundo dari dapur bertungku kayu
Rinduku kian menebal pada bundo, pada ayah
Aku kini seperti tersesat di rumah sendiri
Semakin tersudut pada irama talempong dan deklamasi puisipuisi Taufik Ismail yang menyesaki gendang telingaku
Aku tak bisa memahami segala yang kau suguhkan…
Aku terlalu sederhana dengan itu semua…
Aku hanya ingin kau jawab salamku dan mempersilahkan ku duduk dengan memakai bahasa bundo
Tak perlu kau hidangkan gulai pakis
Karena aromanya saja sudah membuat rinduku menipis
Tapi,
Aku bukan sesiapa bisa mengaturmu
Hanya bisa memacu langkahku tinggalkan kau dan segala pongahmu
Setelah asap rokokmu menyamarkan pandangku pada paras sembraut dan teriakanmu di daun pintu
“Pergilah! Tak ada tampungan untuk kesahmu!”
Dengan bahasa asing, meski kita dilahirkan dari rahim yang
sama
Aku seperti asing di rumah sendiri
Bundo… aku ingin pulang!
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Reski Hasan ****)






































