<< Puisi Puisi-puisi Umbar Al Mafaaza **)  >>

Puisi-puisi Umbar Al Mafaaza **)

E-mail Cetak PDF
 

 

PUTIH

Putih jiwa hadapi angkara
Tak satu orang tahu
Hidup hanya curahan jiwa
Menanti segala kehendak-Nya

Jernih pikiran taklukan kejenuhan
Dunia tidak gelap lagi
Tiada duka tiada hampa
Bumi akan tetap berputar
Nafas akan terus berhembus
Canda tawa akan terus merekah
Itu harapan...
Takkan pernah pudar warna putihnya

Jangan biarkan cerita jadi derita
Biar warna putihnya ku bawa pergi saja
Biar putih awan selalu enak dipandang
Biar ku bawa berlari hingga ke ujung waktu
Biar semua duka ini hilang
Aku ingin cari arti tentang makna hidup ini

Biar putihnya hidup menghapus hitamnya lara
Biar putihnya hidup memberi jalan terang-Nya
Biarkan langit dan bumi tak menyatu
Biarkan Tuhan berkehendak semau-Nya untukku
Dia Maha Tahu apa yang terbaik buatku

Umbara Al Mafaaza
Jakarta, 18 Maret 2004
Pukul 02.00 WIB

 

BUTAKAH AKU?

Yang tak pernah mengerti tentang hatimu
Mataku buta
Atau
Hatiku yang buta
Kalbu ini merana tatap masa
Hati tak ingin menyatu dalam rasa
Cinta sementara tak bisa untuk membeli surga
Terkesan indah cinta dipandang mata
Tapi itukah tipuan dunia?

Fatamorgana itu terus menghantuiku
Membuat buta mata dan buta hati
Kalimat cinta jenuh terasa terdengar
Yang ada hanya sandiwara dan kebohongan

Jemputlah jiwa ini
Kembalikan pada lembutnya awan
Aku ingin menumpang tidur sepekan di istana atas angin
Ingin kuluapkan amarahku pada bintang walau ia tak mampu bicara

Bila cinta menyapa
Jangan buat hatiku buta
Hingga aku tak pernah bertanya lagi
Butakah aku?

Umbara Al Mafaaza
Jakarta, 17 April 2004
Pukul 03.00 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Joomlart