SESUATU BERNAMA MASALAH
Engkau datang dan cinta pun pergi melenggang
Dalam jentera yang sempit, dirimu mendekapku erat
Dalam pekat, dalam penat, dan ritme nafas yang demikian singkat kau buat ku sekarat
Tapi tidak sekarang…
Seberkas cahaya menerpa sebagian tubuhku yang sedang meregang
Terang yang datang, justeru ketika kau mulai menghantam
Membuat asam lambungku berlebih, kau pun tertawa senang
Sudah tamat. Selamat ku ucapkan padamu yang mulai congkak
Memandangku datar meski geliat dan erang kurapalkan demi kehadiranmu yang singkat
Dan semua pun selesai
Hingga tiba malaikat diam-diam mendarat di kala gelap
Bersama teriak ayam jantan dan dingin nan mencekam
Limpasan air yang lewat di sela-sela pupil mataku tak membuat malam menjadi singkat
Hanya lirih sedikit samar membuatku tetap tersadar
“Tuhanmu telah datang…” Setengah tersenyum kau pun pergi menghilang.
SURAT CINTA BUAT USTADZ DAN USTADZAH
Ustadz-ustadzahku yang baik, kami tahu kok, kalo kalian tuh capek ngajarin kami. Walau sebelumnya mesti nyiapin diri dulu buat datang ke TPQ, tetep aja santri bengalmu ini bikin pusing dan bikin macet materi yang udah kalian siapin. Ustadz-ustadzahku tersayang, kalian tahu gak, selama ini diam-diam kami bikin gank “Naughty Kids Community” loh... Maksudnya sih biar kalian kapok datang lagi, dan selanjutnya… Yes! TPQ libur. Tapi… Dasar nasib, makar kami ternyata gagal lagi.
Ustadz-ustadzahku yang budiman, kalian tuh kumpulan orang-orang aneh! Duit pas-pasan, amanah di mana-mana, masih kuliah pula… Kok sempet-sempetnya sih ngurusin kami, ngasih senyuman buat kami tiap ngajar TPQ, walau kadang… Balasannya malah menggerutu gak mau baca, naik-naik meja, bahkan keluar kelas buat ngejar bola sambil berlari ato... Naik ayunan sambil makan roti.
Ustadz-ustadzahku yang kurindu, kok lama-lama ada rasa di hati kami ya? Entah apa namanya, yang jelas hati ini semakin rindu akan celotehmu. Kangen banget cerita Ali si anak berbakti, tentang Allah yang memberikan kami sepeda baru, atau tentang malaikat hebat yang mempunyai sayap. Dan di sela-sela rasa itu, ada sesal ketika membayangkan betapa respon yang kami berikan hanya menambah sesak dan berat masalah kalian.
Ustadz-ustadzahku tercinta, kini kami tahu rasa itu, ternyata kami mencintai kalian. Mencintai kalian karena Tuhan kami tentunya, seperti di materi aqidah yang pernah kalian ajarkan waktu itu. Betapa sesungguhnya cinta karena Allah sajalah yang akan menyatukan kita dalam Jannah-Nya, bersama para Nabi dan Rasul, para Shahabat, para Mujahidin... Yang sering kami dengar saat wajah riangmu mengisahkan sirah-sirah mulia itu.
Ustadz-ustadzahku… Ingin sekali kami memutar waktu agar senantiasa bisa bersama kalian. Belajar tentang bagaimana memahami sesungguhnya arti hidup ini, tentang masa depan umat yang ada di pundak-pundak kami, serta bagaimana kami harus mempertanggung jawabkan diri kami di hari akhir nanti.
Ustadz-ustadzahku… Mungkin tiada balas yang bisa kami haturkan selain doa semoga Allah meridhoi amal-amal kalian, meneguhkan kalian, menghidupkan kalian dalam Ma'rifah kepada-Nya, dan mati di atas keSyahidan di Jalan-Nya. Teriring Sholawat dan Salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta kepada keluarga, shahabat, serta seluruh pengikutnya. Amiiin.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Prawidiono **)







































