<< Puisi Puisi-puisi Cyantaka ****)  >>

Puisi-puisi Cyantaka ****)

E-mail Cetak PDF

TIBA SAAT KEMBALI

Di ujung Tapak Padri
Kuurungkan niatan mencintai
Sebab perahu yang bersandar
Memberi isyarat, aku lekas kembali
Berkemas memunguti cerita yang tercipta
Antara siang dan malam
Bersama angin menggiring makna
Di tepi Danau Dendam
Kupendam kata yang hendak terutarakan
Lantaran dalamnya makna yang tak terselami
Oleh deretan hari
Hingga tiba harus mengucap pamit
Air mata itu tak sudah tersumbat
Dan tiba harus pergi
Cintaku terpendam tak sudah-sudah

Bengkulu, Maret 2009


MAAF, AKU TAK BISA MENCINTAIMU

Di mana kaki berpijak
Di situ pula cintaku tersumbat
Maaf, aku tak bisa mencintaimu lama-lama
Kini aku harus pamit
Itulah sebabnya,
Ijinkan aku merenggut tatapanmu
Sebab, Maaf, aku tak bisa mencintaimu lama-lama
Bagiku, Ketertarikan ini adalah mimpi
Yang harus usai oleh pagi
Lantaran embun pensuci itu segera membasuh cerita
Maka iyakan pintaku
Maaf, aku tak bisa mencintaimu lama-lama


Bengkulu, Maret 2009

Joomlart