AKU HARUS TERIMA
saat ku termenung
melihat diriku sendiri
tiada hari tanpa sunyi
selalu seperti ini
aku ingin menangis
di saat ku menyadari tentang diriku
tentang kehidupanku
yang hina dan tercela ini
tapi apa daya
menangis takan mengubah semuanya
tapi sungguh....
hatiku ngin meledak
dan kucuran air mata darah
akan membanjiri kalian
yang selalu menghinaku
ku hanya ingin tuk bersabar dan tabah
sehingga cukup ku tahan air mata ini
sungguh nista kalian
lempar batu sembunyi tangan
inikah yang namanya orang kaya?
selalu memfitnah orang miskin?
tapi aku tetap menahan tangis
sungguh bejat kalian
inikah yang namanya orang kaya?
selalu menyiksa dan menganiyaya orang miskin
tapi tetap ku tahan air mata
tidakah kalian merasakan
penderitaan orang miskin
tidakah kalian sadar
semua ini ulah kalian
tapi jika ditanya
coba jika kalian seperti mereka
orang tak punya
tapi mereka menjawab
sayangnya aku bukan mereka yang melarat
sungguh gelap hati kalian
meskipun miskin kami
punya harga diri
meski dihina apakah aku harus terima?
SAHABAT
saat kita bersamasemua terasa indah
saat kita sejalan
semua terasa mudah
tak pernah terpikir
tak pernah terbayang
hal-hal buruk menimpa kita
perpisahan akan tercipta
hatiku bertanya-tanya
mengapa kau pergi
mengkhianatiku
air mataku mengalir deras
ku sungguh tak parcaya
kau melupakanku
hanya demi sahabat barumu
bukankah aku sama dengannya?
bukankah tidak ada kata pisah?
bukankah tidak ada kata
mantan sahabat?
itu tak pernah ada
dan takan pernah ada...
karena kau dan aku
akan tetap menjadi sahabat
walaupun menjerit hati ini
olehmu...sahabat sejatiku
kau tetap sahabatku slamanya
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Aiietzue **)






































