Abadi
Kita pernah
Bagiku masih
Tak akan musnah
Kekasih...
Kekinian adalah keabadian
Sepenuhnya adalah gejolak semua asa yang terlipat abadi
Dalam kekinian yang takkan usai dalam keabadian
Tegak, ,Tegar, Tegas.
Takkan pernah menghapus kenangan..
Selamanya dalam kenangan abadi kini..
Menguburku selamanya bersama saga yang kian lama terimpit luka yang tlah sirna...
Hanya tersisa cinta saja.
dan kekinian adalah sajak keabadian yang tak lekang kau nyanyikan sepanjang malamku yang sepi kini...
sejuk...
Menutup senja di awal Mei
Manusia
Sekerat Nafsu
terbungkus Kulit
Onggokan Hasrat
terbakar goda.
*MBOT SYAUQI*
Sebentuk Doa kuat
mengubur Nafsu
Seperangkat Keyakinan
Membunuh Hasrat
* TATHA*
Merundung Malam dihempas badai
menentang Pagi digulung ombak
Menanti Fajar tak jua tiba
Hanya Senja
Saat kita mampu bersama
Walau hanya lewat kata-kata...
*MBOT SYAUQIi*
Awan Hitam mulai membentang
hingga Langit Lupa menyisakan cahayanya
angin masih menghempas
Tebarkan harapan dalam bias
Aku terkunci dalam ruang Gelora
Semoga bukan sementara
karena aku berteman mahkota Kata
Berbatu indah berkilau nyata...
* TATHA*
Panggil Aku BIAS
Yang selalu berada diantara
Antara terang dan gelap
antara Siang dan Malan
Antara Pahit dan manis
Antara Ada dan tiada
Panggil Aku BIAS
Berada diantara kamu dan Dia.
*MBOT SYAUQI*
Bila Saja aku Bisa berdiri sigap
Di setiap Antara...
DIA pasti perih terluka
Bila mungkin aku bisa berkata Siap
Di setiap Antara...
KAMU mungkin Lepas Tertawa
Bila nanti AKU bisa membagi Hati
Di setiap Antara...
Aku Pasti sesak Tersiksa...
*TATHA*
Ada Kamu Yang tak terganti ragu
Ada Semu yang tak jua jemu
Ada Lagu yang tak keLu
Ada satu kutuju Cinta itu
bukan dua,apalagi tiga
Kutunggu kamu tepiskan semua dan memilihku...
*MBOT SYAUQI*
Rasaku Pasti teruji asLi
Meski mungkin terselip sendu
Meski mungkin terjepit Cemburu
Tetap saja kunyayi Lagu Rindu
Lagu yang tetap untuk kamu
Lagu yang liriknya AKU dan Nadanya KAMU
LAgu tentang KITA yang selalu akan satu
Semoga tetap begitu
Semoga selalu begitu.
*TATHA*
Kuharap Sama Rasa yang kita Punya
Kunyanyikan Pula nada-nada kita
Lirik-lirik Rindu
Meski mungkin terselip Sendu
Tapi tak ada Ragu
Saat ini.Detik ini...
Aku disini duduk menanti..
*MBOT SYAUQI*
Di Ujung Bingung tetap menanti
Kecokan Mimpi Yang mulai hampiri
Jangan Lelah untuk berdiri
Jangan Jengah jika kucaci
Biar saja tetap disini
Benahi mimpi, jawab misteri
Biar tak hanya menanti tapi juga temani
Mari menyanyi dalam mimpi
Mari bermimpi untuk tetap bernyanyi.
*TATHA*
Awal Mei dipenghujung sore*
Kabut kalut
pagi -- siang
dalam pelukan tempat tidur kamar kost-an
sore -- malam
terjebak kemacetan jalan urban
puisiku berisi aksara-aksara mati
syairku lantunkan rasa yang tak berarti
sajakku adalah rintihan harap yang takut
malam -- dini hari
kabut telah merebutmu dan
kalut adalah dua ujung yang tak bertemu
*loca, kemang
makan malam dalam diam
Dapatkah kau rasa
Tatap mataku saat aku bicara
Aku hanya bicara sekali ini saja
Jikalau luka telah menghimpit dada
Beberapa tetes air mata adalah tanda
Kugigit bibir menahan tangis
Rasa darah terasa amis
Tak mampu kugerakkan bibirku yang bergetar miris
Niscaya tumpah air mata yang kubendung berlapis
Terucap juga sabda-sabda pandita bijaksana
Tergambar juga bayangan luka-luka
Tumpah juga tetes-tetes air mata
Si Rapuh Bodoh bersenjata kata-kata...
Aku mencintai sebegitu sulitnya hingga tak mampu kulepas
Namun...
Dapatkah kau dengar dengan cuping telingamu yang congkak?
Dapatkah kau lihat dengan bola matamu yang angkuh?
Dapatkah kau rasa dengan hatimu?
Mereka bilang Saya jalang
Saya jarang pulang
Saya habiskan malam di jalanan
Saya anak yang dibuang
Orang bilang saya jalang
Masih kuhisap rokokku dalam diam
Menyusuri trotoar jalan urban
Menyusuri remang-remang malam
Menepis sesak terhempas di jalan
Lelah sudah kini luka-luka dituliskan
Malam ini Luka sedang enggan dibicarakan
Saya lebih memilih mengunyahnya sendirian
Merindunya dalam desir-desir ragu yang mengayun perlahan
Mereka bilang saya jalang..
Saya bukan Jalang
Saya juga bukan binatang
Saya ini orang!
Saya hanya sedang tumbang..
Tapi,mereka bilang saya jalang!
Tanya pada bintang, siapa yang jalang?
Saya tumbang, terbuang, dan telanjang.
Bukan jalang!
Tanya saja pada bintang..
Tapi begitulah,
Mereka tetap bilang saya Jalang..
-bintank,yang tumbang-
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Reza Syauqi ***)






































