Sepi
Di gelap malam ku merenung
Langit hitam mengerikan
Hawa dingin menusuk jantung
Sendiri menatap langit
Menjalani titah Hidup ini
Tak ada seorangpun
Hanya bersahabat dengan alam
Merenung kesepian
Dalam kesedihan
Sepi . . . .
Berikan aku kawan
Berikan tempat
Ya tuhan . . . .
Aku hanya bisa meminta
Dengan tetesan air mata ini
Alam Indahku
Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya
Bila langit
kehilangan kebiruannya
burung-burung
takkan mau
mengepakkan sayapnya
Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengibaskan ekornya
Bila bulan
kehilangan sinarnya
malam-malam
akan gelap tanpa cahaya
Bila hutan
kehilangan pohon-pohon
hewan-hewan
kehilangan tempat tinggalnya
Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya
Bila petani
kehilangan sawah ladangnya
kanak-kanak
akan menitikkan air mata
Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
dan bertanya angin kering
"Perlukah memanusiakan manusia?".
SENDIRI
Dalam ruang kosong
ku menatap malam yang sepi
Hening, kosong,sendiri terdiam
Menjalani titah hidup ini
Tanpa seorangpun menemani
Entah . . . . . .
Inikah takdir hidupku
Hidup dengan kesendirian
Menghadapi terjalnya dunia
Untuk mengejar mimpi
Bersatu dengan alam
Tertahan oleh beratnya dunia
Hanya bisa mengharap
Hidup tak sendiri
Mengharap TakdirMu
Menguatkan hati ini
SAHABATKU
Sesekali ku memandang
langit
Tergambar wajahmu oleh
awan
Saat dulu melompat bersama
Kupandang rindangnya
pepohonan
Dirimu terlihat
di antaranya
Teringat saat dulu bermain
bersama
Waktu menyingkirkan kita
Kau jauh meninggalkanku
Jauh di sebrang laut
Sahabatku. . . . .
Entah masih ingatkah kau
padaku
Tapi wajahmu terus dalam
hatiku
Kutitipkan salamku
kepadamu
Pada laut biru
Pada angin yang berhembus
Pada setiap burung yang
terbang
Segeralah kembali
Aku menantimu
di sini
Berharap waktu dulu lagi
PENGHIANATAN
Dingin malam menusuk ruas
tubuhku
Sepi masuk dalam
kesendirianku
Tak ada keindahan bagiku
Semua telah tiada
Hilang hanya terkenang
nama
Selembar kertas
mengingatkanku
Yang terbaring sepi nan
sendiri
Andai engkau di sisiku
Malam akan terlihat cerah
Tak ada dingin lagi
Tapi . . . . .
Mengapa kau mengkhianatiku
Dengan mudah kau
tinggalkan aku
Dalam kesendirian
Dalam keterpurukan
Semoga takkan terulang
Di masa yang akan datang
Menjalani semangat hidup
Tanpa pengkhianatan
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puisi-puisi Fahri Zusak *)







































