<< Puisi Puisi-puisi Fahri Zusak *)  >>

Puisi-puisi Fahri Zusak *)

E-mail Cetak PDF

 

Sepi

Di gelap malam ku merenung
Langit hitam mengerikan
Hawa dingin menusuk jantung
Sendiri menatap langit
Menjalani titah Hidup ini
Tak ada seorangpun
Hanya bersahabat dengan alam
Merenung kesepian
Dalam kesedihan
Sepi . . . .
Berikan aku kawan
Berikan tempat
Ya tuhan . . . .
Aku hanya bisa meminta
Dengan tetesan air mata ini

 

Alam Indahku

Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya

Bila langit
kehilangan kebiruannya
burung-burung
takkan mau
mengepakkan sayapnya

Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengibaskan ekornya

Bila bulan
kehilangan sinarnya
malam-malam
akan gelap tanpa cahaya

Bila hutan
kehilangan pohon-pohon
hewan-hewan
kehilangan tempat tinggalnya

Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya

Bila petani
kehilangan sawah ladangnya
kanak-kanak
akan menitikkan air mata

Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
dan bertanya angin kering
"Perlukah memanusiakan manusia?".

 

SENDIRI

Dalam ruang kosong
ku menatap malam yang sepi
Hening, kosong,sendiri terdiam
Menjalani titah hidup ini
Tanpa seorangpun menemani
Entah . . . . . .
Inikah takdir hidupku
Hidup dengan kesendirian
Menghadapi terjalnya dunia
Untuk mengejar mimpi
Bersatu dengan alam
Tertahan oleh beratnya dunia
Hanya bisa mengharap
Hidup tak sendiri
Mengharap TakdirMu
Menguatkan hati ini

 

SAHABATKU

Sesekali ku memandang langit
Tergambar wajahmu oleh awan
Saat dulu melompat bersama
Kupandang rindangnya pepohonan
Dirimu terlihat di antaranya
Teringat saat dulu bermain bersama
Waktu menyingkirkan kita
Kau jauh meninggalkanku
Jauh di sebrang laut
Sahabatku. . . . .
Entah masih ingatkah kau padaku
Tapi wajahmu terus dalam hatiku
Kutitipkan salamku kepadamu
Pada laut biru
Pada angin yang berhembus
Pada setiap burung yang terbang
Segeralah kembali
Aku menantimu di sini

Berharap waktu dulu lagi

 

PENGHIANATAN

Dingin malam menusuk ruas tubuhku
Sepi masuk dalam kesendirianku
Tak ada keindahan bagiku
Semua telah tiada
Hilang hanya terkenang nama
Selembar kertas mengingatkanku
Yang terbaring sepi nan sendiri
Andai engkau di sisiku
Malam akan terlihat cerah
Tak ada dingin lagi
Tapi . . . . .
Mengapa kau mengkhianatiku
Dengan mudah kau tinggalkan aku
Dalam kesendirian
Dalam keterpurukan
Semoga takkan terulang
Di masa yang akan datang
Menjalani semangat hidup
Tanpa pengkhianatan

 

              

Joomlart