<< Puisi Puisi-puisi Syaifullah Sumbawa *)  >>

Puisi-puisi Syaifullah Sumbawa *)

E-mail Cetak PDF

Ibu


Hujan rintik-rintik
Membasahi tanah jogjakarta
Rasa sepi menyelinap dalam hati
Bersama kerinduanku padamu Ibu

Ibu..............
Kuingat kasih sayangmu
Kuingat belaianmu
Kuingat jasamu

Ibu...........
Kasih sayang, belaian dan jasamu
Tak mampu aku balas
Hanya Do'a yang kuberikan
Semoga kau berbahagia di Akhirat

Jogjakarta, 5 Desember 2009, Jam 13.00

 

Cinta dan Pendidikan

Cinta adalah anugrah
Pendidikan adalah tugas belajarku
Antara cinta dan pendidikan
Bergejolak dalam diriku

Rasa cintaku padamu tak pernah pupus
Malahan tetap bersemi
Rangkaian kata terajut dalam puisi
Tertulis dalam Penulismuda.com

Semangat belajarku meningkat
Bersama aliran kerinduan
Rindu yang tak pernah lepas
Dalam kehidupan

Cinta dan Pendidikan
Harus memacuku untuk sukses
Meraih gelar yang kuimpikan
Di tanah jogjakarta tercinta.


Jogjakarta, 5 Desember 2009 jam 12.11

 

Gadis Ilmu Komputer

Pikiranku tertuju kepada komponen komputer
Ketika kuingat dirimu
Cerdas,luas dalam pergaulan dan Sopan santun
Itulah sifat dirimu

Aku kagum karena dirimu adalah
Gadis hardisk yang Cerdas dan kuat dalam ingatan
Gadis Modem yang banyak teman di jaringan sosial
Gadis Processor yang cepat dalam mengambil keputusan

Dirimu bukanlah ....
Gadis Memori yang suka melupakan sahabatnya
Gadis Screensaver yang lain kata hati lain ucapan
Gadis Server yang selalu sibuk bila aku butuhkan

Namun dirimu adalah....
Gadis yang selalu ku tunggu
Tapi sungguh sayang .....
Dirimu sudah terkoneksi dengan yang lain.

Jogjakarta,20 Nopember 2009, Jam 22:30

 

 Puisi Terakhir

Ketika cinta ditolak
Ketika cinta terabaikan
ketika cinta mengisi hari-hariku
ketika cinta menghancurkanku

Febriana....
sekarang kita menjadi seorang sahabat
Setelah dirimu kau tolak cintaku
Cinta yang membuat aku terkapar dalam lamunan

Kini ......
Kutatap masa depanku dengan langkah pasti
Tanpa Cinta lagi
Tanpa Getaran cinta lagi

Hanya ada Bait-bait puisiku yang terakhir untukmu
Tergores bersama hujan malam ini
Bahwa Seorang Pengagummu Berbisik
Bersama angin malam

"Sampai kapanpun dan dimanapun
Aku akan tetap mencintai dan menunggumu".


Jogjakarta, 20 Nopember 2009, Jam 23:45

Joomlart