Kemarin Kau datang kerumahku, katamu Kau ingin berhenti menemuiku, ingin pisah dariku dan tak membutuhkanku lagi. Tapi apa semua itu mungkin? Bagaimana bisa kau berhenti menemuiku kalau aku adalah detak jantungmu, bagaimana bisa kau pisah dariku kalau kau adalah bayanganku dan bagaimana mungkin kau tak membutuhkanku lagi kalau aku adalah udara yang kau hirup.
Kemarin kau juga berkata padaku akan mengambil arah yang berlawanan denganku kalau kita bertemu di jalan, kau akan mencoba mencintai wanita lain dan tentunya akan berusaha melupakanku, tapi apakah semua itu mungkin, bagaimana bisa kau mengambil arah yang berlawanan denganku kalau semua arah bagimu hanya tertuju kepadaku, bagaimana kau bisa menyukai wanita lain kalau hanya akulah satu-satunya wanita di dunia ini bagimu, dan bagaimana bisa kau melupakanku kalau hanya aku yang ada dalam otakmu.
Kemarin kau juga mengatakan beberapa permohonan padaku, pintamu aku tak boleh memandang laki-laki lain, pintamu aku tak boleh menggenggam tangan laki-laki lain, pintamu aku tak boleh mencintai laki-laki lain, bukankah itu sangat tidak adil bagiku? Bukankah itu yang orang sebut dengan laki-laki posesif ?
Dan malam ini kau datang lagi kerumahku dengan basah kuyup di tengah hujan yang lebat. Bisikmu sambil memelukku erat “Aku sudah mencoba melakukan semua hal yang kemarin aku katakana padamu, tapi aku sangat tersiksa walau itu hanya sedetik aku tidak memikirkanmu”. Sayangku kau sudah melakukan hal semacam ini berulang kali, begitu kau mendengar ada laki-laki lain yang menyukaiku yang menurutmu lebih baik darimu.
“Sayangku kali ini dengarkan aku ” bisikku “ aku mencintai laki-laki posesif ini”. Setelah aku berbisik seperti itu kau baru memberiku senyuman manismu itu.
Pangandaran, Jawa Barat
30-11-2011, 20: 40 wib
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Laki-Laki Posesif 






































