<< Cermin (Cerita Mini) Ruh Persenyawaan  >>

Ruh Persenyawaan

E-mail Cetak PDF
RUH PERSENYAWAAN
Oleh: Tio Diki 

Kutunggu senyummu
Saat gerbang pagi terkuak
Membuka lipatan waktu, menyuguhkan puing embun malam

Kudekap harumu
Saat rahim sang hari menganga
Menuturkan hening jernih
Dalam deretan tawa riang, sejumlah rumah cinta Tuhan

Kau apungkan aku
Di samudera biru matamu
Kau ukir di tubuhku, prasasti seribu malam
dengan warna merah darah
Sehangat mentari pagi

Kunanti tatapanmu
Dalam riuh camar senja
Menaburkan kemilaunya
Dan pagimu keruh menjadi kepodang asa
Bertumbuh di musim kering
Menggeliat mimpi, penuh ruh persenyawaan
Antara rindu dendam

Joomlart