Aku akui aku menyukai dunia menulis saat aku melihat seorang temanku mampu menulis 1 buku yang berisi puisi. Rasa iri dan penasaran menghampiriku. Aku mencoba dunia itu, dunia yang baru kenal. Dengan tekun aku menulis sedikit demi sedikit melalui tinta pena. Dulu saat SMA aku masih belum mempunyai komputer. Walau sangat melelah kan aku tetap berusaha menulis. Walau akhirnya tulisanku hilang begitu saja. Aku terbiasa menulis sebuah puisi di selembar kertas bekas yang terkadang aku temukan di bawah laci meja belajarku di kelas. Itu sangat menyenangkan untukku. Walau banyak yang aku hasilkan namun aku masih belum puas dengan apa yang aku lakukan. Walau hasil karyaku tak sebagus karya-karya yang terkemuka. Tapi ada rasa puas di hatiku, karna bisa meluahkan semua nya. Sebuah realita hidup yang terjadi. Takdir adalah realita kehidupan yang harus kita hadapi. Tak peduli seberapa berat kehidupan itu, realita dan takdir adalah hal yang sama, yaitu sama-sama perjalanan sebuah kehidupan. Aku menyukai dunia menulis dan aku akan mengorbankan waktuku untuk meluah kan apa yang aku rasakan di dalam hatiku. Itu lah realitanya harus bisa berkorban dan menjadi korban. Terkadang rasa iri yang ada dalam diriku terlalu berlebihan membuatku mencoba melebihi kemampuan yang aku bisa. Itu yang membuat aku menangis nantinya. Realita yang ada dalam hidupku. Aku suka terinspirasi dari sebuah anime Jepang atau dalam sebuah tv movie Korea. Banyak ide tercetus karena melihat sebuah cerita. Terkadang impian konyol pun terfikir olehku. Rasanya aku ingin terlahir di Jepang atau pun di Korea. Aku juga tercengang saat membaca berita ada yang operasi lidah hanya karna ingin bisa fasih berbahasa Korea, bukan kah sebuah pengorbanan yang sangat berarti. Yah.. sekali lagi, ini lah Realita aku hidup di Negara Indonesia bukan Jepang ataupun Korea. Aku juga berfikir apa jika aku terlahir di Jepang atau Korea aku bisa bertemu dengan artis Korea seperti artis Playfull Kiss atau Boys Before Flowers? rasa ya sama saja, sangat sulit. Tapi, aku tetap berusaha bersyukur dengan apa yang aku ada, walau aku jauh, mereka selalu memberi aku inspirasi yang berarti walau hanya akan aku konsumsi sendiri. :)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Realita






































Comments