SAAT PERTAMA KAU MENYENTUHNKU
(Oleh: Adys)
Terlalu sibuk fikirku merancang dunia hingga kadang kulupa berfikir tentangMU,
Kini kuteringat saat pertama Kau sentuh hatiku di pagi itu di mana purnama masih terlihat sempurna dan kupandangi dengan mata hingga bibirku mensucikanMU “Subhanallah”, berulang-ulang terucap dari bibir penuh dosa ini,
Hati terasa nelangsa tak tau kenapa hingga tiba di rumah kucoba tenangkan hati,
Kuambil air suci tuk bersujud di subuh hari dan kulanjutkan dengan membaca surat cintaMu rangkaian huruf hijayah yang terangkai sempurna tapi kutak tau artinya, ayat demi ayat kubaca seindah yang kubisa tapi perasaanku semakin nelangsa seperti terlihat semua dosa di masa lalu dan teringat semua cintaMu yang menuntunku ke sini.
Ke kota ini Kau menuntunku, semua yang kulakukan hanya tuk membalaskan dendamku suatu saat nanti pada mereka yang selalu menindas, mefitnah, memojokan ibuku.
Tapi Kau jauhkan aku dari mereka dari niat buruku Kau menyentuhku.
Yaa latiif sungguh begitu lembut Kau sentuh hati ini, begitu sayangkah Engkau pada hambaMU ini yang tak mungkin sempurna mencintaiMu? saat begitu banyak kawan & sahabat yang terjebak dengan maksiat Kau semakin mendekat mengenalkanku dengan para kekasihMU yang masih hidup maupun yang telah wafat mereka yang selalu wara dalam setiap langkah hidupnya yang banyak tafakur karna tak ingin kufur.
Tanpa sadar air mata menetes dengan sendirinya membasahi kitab suci yang sedang kubaca, kulanjutkan terus bacaanku yang sempat terhenti tapi tangisanku malah smakin menjad, kugigit bibirku sendiri menahan suara dan perihnya hati karna tak ingin kawan-kawanku terbangun karnaku, tapi akhirnya mereka dengar juga dan bertanya “Kamu kenapa dy?”, ku hanyamenjawab tidak tau sembari menangis kujawab mereka, akhirnya kusuruh mereka tuk istirahat lagi, kusudahi membaca Al Qur’an ini dan coba menenangkan hati dengan istighfar. Terbesit dalam benakku sebegitu cintakah Rob -ku pada manusia sehina aku? ingin kucepat-cepat menyudahi hidup ini karna kurindu padaMu Robi, kutakut hidupku semakin kelam dan jauh dari cahayaMU yang membuatku tak bisa menatapMu di sana di negri abadi tempat tak ada lagi mati dan kini semua dendam tlah Kau rubah menjadi cinta pada mereka saudara-saudara tiriku.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Saat Pertama Kau Menyentuhku





































