<< Cermin (Cerita Mini) Surat Untuk Anakku di Surga  >>

Surat Untuk Anakku di Surga

E-mail Cetak PDF

SURAT UNTUK ANAKKU DI SURGA
(Oleh: Meshelly Syanel)

Bagaimana rasanya kehilanganmu? Entahlah. Beberapa detik yang lalu rasanya kita sedang tumbuh bersama. Menyenangkan sekali rasanya memilikimu di dalam sana. Entah dengan cara apa kau menjalin sesuatu yang unik denganku. Kita makan bersama, tidak berebut karena aku akan selalu memberikan yang terbaik dari tubuh ini untukmu. Kita satu emosi, karena setiap hormon sedih dan bahagia menyatukan kita. Aku mencintaimu tanpa tahu seperti apa wujudmu. Memujamu sampai aku merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini karena kau di diriku. Aku merasa teristimewa. Aku merasa berharga. Aku merasa memiliki satu tujuan hidup lagi.

Kau tak pernah membuatku merasa kesakitan. Sampai - sampai membuatku tak tahu bahwa kau sudah tak di sana lagi. Mengapa tak bertelepati? Mengapa tak memberiku tanda jika kau merasa tak nyaman di dalam sana? Mengapa kau tak berpamit pulang? Mengapa begitu tiba - tiba? Tapi aku tahu kau telah mencoba bertahan. Aku tahu kau sempat menangis tak rela.

Kau suci. Malaikat kecilku. Aku bukannya 'tak jadi' menjadi ibu. Aku menjadi ibu karna kau 'ku lahirkan' meski dengan cara yang tak ku inginkan. Dan aku seringkali membenci diriku sendiri karna cara yang 'tak ku inginkan' itu. Jika saat itu kau merasa kesakitan, itu salahku, dosaku, dan kebodohanku. Tapi kau harus tau, kepergianmu tak pernah ku harapkan.

Sekarang rasanya kosong. Aku merasa tiba - tiba sendiri. Aku merasa tiba - tiba kau 'terpaksa' pergi dariku. Tapi itulah rencana-Nya. Dan meski kita merasa itu bukan rencana yang baik, itulah yang terbaik. Kita akan bertemu kelak. Itu pasti. Dan itu kuyakini. Kau yang akan membawaku dan ayahmu ke Surga. Betapa beruntungnya memilikimu.

Ah, betapa hebatnya kau. Dengan usia 9 minggu, kau sudah bisa mengajari ibu dan ayahmu kesabaran, keikhlasan, mengingatkan tempat kembali, dan betapa tidak berkuasanya kita akan sesuatu. Aku bangga.

Aku ibumu, dan Ayahmu, dua orang yang sangat sangat mencintaimu. Kecup mesra buatmu, Firdaus Alwi... Ku tahu kau tengah bermain di Surga Firdaus, di pelukan Nabi Ibrahim Alaihi Salam, bersama calon adik - adikmu yang Insya Allah akan lahir ke dunia. Jangan lupa titip surat pada adikmu kelak yang akan mengisi rahimku. Kabari aku, karena aku sangat merindukanmu.

Joomlart