SEJUMPUT NARASI, SECERCAH HARAP
(Oleh: Syifa Annisa)
Aku mampu merajut kata-kata menjadi narasi istimewa berdasar ketulusan ketika aku menyayangi, di sisi lain mengurai bening air mata ketika aku kecewa. Mencoba menjauh ketika aku membenci agar tak semakin menjadi, serta cahaya maaf menghampiri hati.
Ada kalanya bahagia menyapa, tak ingin aku menjauh darinya, tapi semua beranjak silih berganti. Terkadang sisi gelap kerap membayangi, aku terbenam dalam suram, tapi semangat menarikku berdiri. Aku harus berlari menjemput mimpi agar tak sekedar ilusi.
Seperti namaku "Syifa" Aku ingin menjadi obat. Bukan malah menjadi sakit yang menggerogoti.
Aku ingin menyelami hidup lebih dalam lagi. Lebih dari yang kini kupahami. Aku ingin jadi manusia seutuhnya suatu saat nanti.
Aku melangkah terus menapaki hari, meninggalkan jejak pada setiap jalan yang kulewati. Menjelajahi hidup mendaki mimpi. Memintal deskripsi jalan terjal sarat perjuangan.
Semoga kelak berbuah kebanggaan.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Sejumput Narasi, Secercah Harap





































