<< Cermin (Cerita Mini) Asa Cinta di Ibu Kota  >>

Asa Cinta di Ibu Kota

E-mail Cetak PDF

ADA CINTA DI IBUKOTA
(Oleh: Riyan El Jameel)

Ke ibu kota,  mencari cinta. Bermodal rasa kuikuti panggilan jiwa. Kuatnya keyakinan ini membuatku semakin kokoh tuk tetap berdiri, langkahkan kaki, hingga hantarkan raga pada titik jumpa dengannya. Aku sadar dengan apa yang aku jalani, dengan apa yang aku lakukan. Namun cinta ini buta-kan bola mata yang coba menelanjangi jiwa, hingga seakan tak lagi peduli diri ini pada jalan tuk aku kembali ke kotaku, ke pangkuan ibu. Namun aku percaya, do'a dan restumu kau alirkan dalam setiap denyut nadi dan jantungku. Iringi setiap gerak langkahku, hingga bertemu diri ini, dengan jantung hatiku.

Dan, asa pun senantiasa tersirat di antara do'a yang terpanjat. Indah kiranya tercipta kala kita bersua, tuk bersama kita  nyatakan cinta yang kita bina dalam maya sebelumnya. Akankah aku pulang dengan segenggam rekah indah mawar cinta? dengan wangi aroma putik - putik asmara? Ataukah sebaliknya, derai air mata kan deras mengalir basahi raga, hingga menyatu dengan deras  peluh di jiwa yang kian mengkristal di antara terik mentari? Hingga tak lagi ada beda di antara keduanya. Hingga kembali aku terkapar dengan balutan luka di antara fana dunia?

Oh tidak...!!!

Aku tak mau kembali terpuruk dalam lembah hitam nan mencekam. Aku mesti bisa, wujudkan semua indah cinta di antara cita. Karena aku percaya, lembut suara yang terus memanggilku dari bilik ruang batin itu bukanlah 'tuk remukkan jiwaku. Masih jelas tersimpan dalam memory hati ini. Dan tak jarang semua itu kembali terngiang, hadir di antara bayang "Ikrar hati di Januari", yang kita ucapkan bersama, dulu. Di antara canda tawa mesra, kita berdua. Di luar itu semua, aku pun sadar, tak baik tentunya tuk aku besar kepala. Atas semua yang pernah terucap di luar kepala. Hingga akhirnya, kini ku pasrahkan semua pada-Nya. Dalam simpuh sembah sujudku di antara putaran waktu yang tak jemu senandungkan lagu sendu untuk diriku, sedari dulu. Dan kini, gantikanlah itu semua dengan indah lagu cinta kami, di antara cintaku pada-Mu ya Ilahi.

"Ingin ku tuliskan indah cerita pada dinding jiwa, juga hamparan biru hatiku, dengan putih tinta cintamu"

Meruya - Jakarta Barat, 24 Februari 2011
oleh : Riyan El Jameel

Joomlart