ENTAHLAH
Oleh: Max Tollenar
Ruangan ini mulai gelap, mulai mengecil, sepertinya aku tak sanggup lebih lama di sini, di ruangan ini. Putihnya yang tadi terang, kini hilang berlari pergi. Ketiadaan cahaya membuatku mual. Muak untuk meyakini, yakin akan badan ini. Apa yang harus kulakukan?
Aku punya mimpi, dulu, di puncak itu...puncak yang terasa semakin menjauh. Kulihat selembar kain hijau di tengah rimbunnya pepohonan itu, nyaris aku tak melihatnya. Ia kesepian, seakan berkata halus dengan seraknya, "Di mana tuanku? sepotong kemben berwarna hijau". Mungkin ia kedinginan, sendiri di maraknya suara-suara makhluk tak bertuan. Sendiri tak tahu harus kemana.
Aku berbelok dari jalan, berpaling dari puncak Mahameru. Puncak Seribu Dewa. Kenapa harus aku? tak pantaskah aku kesana? atau itu memang jalanku, pilihanku. Untuk kembali berjalan mencari kemben berwarna hijau, agar ia elok bersama selendangnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Entahlah





































