DARI JALANAN KU BELAJAR BERSYUKUR
Oleh: Luthfi Faiz
Jalanan jakarta mengajarkanku banyak hal, darinya kutemui sosok pengemis baik tua ataupun anak-anak yang sebenarnya mereka lebih berhak untuk menghabiskan masa kecilnya untuk bermain bersama teman-temannya, dan bermanja kepada orang tuanya, di jalanan pula kutemui para pengamen, dan para tukang penjual makanan ataupun yang lain yang mendorong gerobak dagangannya, walaupun belum tentu hari itu ada dagangan mereka yang laku.
Jika sudah seperti ini maka hanya penyesalan yang timbul di hati, beribu tanya muncul pada dinding-dinding hati ini,
"Mengapa saya selama ini kurang bersyukur?"
"Mengapa dengan penghasilan yang terbilang lebih dari cukup terkadang masih merasa kurang?"
"Mengapa masih saja mengeluh akan pekerjaan sedangkan sudah pasti setiap bulan ada penghasilan, sementara di luaran sana masih banyak yang untuk makan hari itu pun entah ada atau tidak walau pun sudah berpanas terik matahari berbasah kuyup oleh hujan?"
"Mengapa masih ada saja kemaksiatan dari diri ini?"
Ya Alloh ampuni hamba-Mu yang terkadang kufur akan nikmat-Mu,
Ya Alloh jadikanlah hamba menjadi hamba-Mu yang pandai mensyukuri nikmat-Mu...
Aamiin...
Jalanan mengajarkan ku akan arti sebuah rasa syukur...jalanan mangajarkan ku akan arti sebuah perjuangan....
Sungguh indah cara-Mu mengingatkan ku ya Alloh.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Dari jalanan ku belajar bersyukur





































