SAKIT JIWA
Oleh: JunAn Nizami
Sebuah siang para ibu tengah ngerumpi di teras rumah seorang tetangga. Ke rumahku, lalu datang seorang dokter dari rumah sakit jiwa. Kata tetangga, ia dipanggil ibu untuk mengobatiku. Dokter itu menyapaku. Ku kira ia hanya basa-basi sebelum bertanya, maka lantas aku menjawab saja sambil menunjuk ke arah rumah tetangga
" Kebetulan mereka sudah berkumpul, dok. Jadi langsung saja!"
dokter itu malah terlihat bingung. Dasar dokter sakit jiwa.
*) Yang kayak begini ini namanya: cerita super mini, atau malah sekedar lelucon?
Sebagai contoh soal, agar berikutnya tidak kirim yang kayak gini lagi ya, hehehe...
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Sakit Jiwa







































Comments
cerpen adalah bentuk fiksi paling sederhana (pendek), ceritanya hanya berkisar "satu spot dari sebuah peristiwa" (one spot of moment), tapi walaupun pendek, cerpen sudah memiliki unsur fiksi yang lengkap.
lha, kalau fiksimini atau cermin ini akan dicompress lagi semakin "mini", hanya menggambarkan "satu spot ide" (one spot of idea) yang bisa saja hanya diungkapkan dalam satu dua kalimat atau dialog, aku khawatir nantinya fiksi akan semakin kehilangan ruh atau jiwanya.
jadi menurut aku sih, anekdot memang bukan bagian dari fiksi, melainkan sekedar penggalan2 ide yang dilontarkan dengan gaya humor.
kalau cerpenis Agus Noor sedang mengembangkan anekdot sebagai fiksimini, kayaknya dia melakukan "perkosaan" terhadap fiksi itu sendiri.
ceritamu ini memang ANEKDOT, cerita lucu.
tapi untuk bisa disebut cerita mini, atau fiksi mini, belum cukup syarat2nya.
karya fiksi, selain ada karakter (tokoh), setting (latar), karakterisasi (penokohan), ada juga alur, yang memperlihatkan kompleksitas peristiwa untuk pengembangan karakternya, gitu.
lha, anekdotmu ini, belum mencapai pada alur (kompleksitas peristiwa) itu.
ayo, nulis cermin yang lebih baik lagi!
si raja jun, teaaa....