<< Cerpen Aku Pulang  >>

Aku Pulang

E-mail Cetak PDF
AKU PULANG
(Oleh: Ryuhei)

Ting tong...Ting Tong...

"Kemana sih "

"Dasar"

"Haduh Panas"

Setidaknya itulah contoh beberapa dari puluhan keluhan Dini, yang terucap dari bibir kecilnya itu. Sebentar sebentar dia mendekatkan wajahnya ke kaca cendela mencoba mengintip ke dalam rumah. Tetapi dia tidak melihat apapun di dalam.

"Mama, Dini pulang", teriaknya dengan sedikit menggedor pintu.

Berkali- kali dia terlihat mencoba menghubungi seseorang lewat telepon genggamnya tapi dari raut mukanya terlihat kekesalan yang memuncak. Tiba-tiba tangannya mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Terlihat bungkusan permen berwarna merah di tangannya.

"Baiklah, kutunggu permen ini habis dan aku akan benar-benar pergi main langsung", gerutu Dini dalam hati.

Gadis itu duduk di kursi teras depan rumah dan terlihat mulutnya terus mengulum permennya. Dia asyik dengan rasa permenya yang manis dan tidak menyadari ada dua orang lelaki mengawasinya dari arah seberang jalan.

Dua lelaki itu terlihat berumur sekitar tiga puluhan. Yang satu terlihat kurus dan sedikit tinggi dan yang satunya bertubuh gempal tapi tidak terlalu tinggi. Tiba-tiba mereka berjalan kearah Dini, perlahan tapi pasti keduanya telah sampai di halaman rumah.

Dini melongo melihatnya, siapa mereka? teman ibu kah? pikirnya dalam hati. Sebelum sempat bertanya kedua lelaki itu berlari mendekap tangan Dini. Gadis kecil itu meronta dan menjerit-jerit ketakutan.

"Lepaskan aku, tolong", teriak Dini sejadi-jadinya.

Kedua lelaki itu seperti tidak menghiraukan teriakan memilukan Dini.

"Sakit, jangan... tanganku sakit!"

Tiba-tiba di tengah keributan itu, muncul seorang lelaki separuh baya dari arah jalan raya.

"Ada apa ini", teriak lelaki itu sambil mematikan mesin motornya.

"Maaf pak pasien kami lepas"

FIN

Joomlart