<< Cerpen Sebuah Pertemuan  >>

Sebuah Pertemuan

E-mail Cetak PDF

SEBUAH PERTEMUAN
(Oleh: Ryuhei) 

"Selamat datang", ucap Yuko sambil membungkukan badanya yang mungil. Wajahnya mengalirkan keringat yang cukup banyak tetapi bibirnya, terus membentuk sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang. Sebuah senyuman tetap dia pasang walaupun tubuhnya sudah mencapai batasnya.

Bekerja sebagai penerima tamu di sebuah restoran yang cukup ramai pengunjung memang melelahkan. Dengan gaji yang lumayan itulah satu-satunya alasan dia mempertahankan pekerjaan ini. Walaupun terasa bosan dengan semuanya tapi mau tidak mau harus dijalani. Di zaman sekarang mencari pekerjaan sulit apalagi dengan gaji yang cukup lumayan.

"Selamat datang", ucap Yuko ramah kepada seorang bapak-bapak yang berdasi. Orang itu membalas Yuko dengan sebuah senyuman,  meskipun tidak terlalu lebar itu sudah cukup membuat hatinya merasa dihargai. Karena tidak selalu pelnggan tersenyum kepadanya banyak yang berlalu begitu saja tanpa memandangnya.

"Kak"

Yuko dikagetkan oleh anak perempuan yang tanpa disadarinya berdiri di depanya. Anak itu memakai kaos putih dan bawahan rok mini merah yang lucu. Pipinya yang putih bersih dan kemerah-merahan menimbulkan rasa ingin mencubitnya saja.

"Mau ini?", ucap anak itu sambil mengeluarkan bungkusan permen lolipop dari saku bajunya.

Yuko membalas uluran tanganya dan menerima bungkusan permen lolipop itu.

"Terima Kasih", ucap Yuko sambil tanganya mengusap kepala gadis kecil itu.

"Namamu siapa?", ucap Yuko dengan senyum yang terlukis di wajahnya.

Sebelum anak kecil itu sempat  menjawab datang seorang kakek-kakek dan lansung mengandeng tangan anak kecil itu. Merka berjalan dengan cepat tanpa mengindahkan Yuko sama sekali.

Yuko hanya tertegun bingung melihatnya. Kedua matanya terus mengawasi kakek-kakek dan anak kecil itu sampai menghilang di kegelapan malam.

"Hey boleh kenalan?"

Yuko di kagetkan oleh suara lelaki dari belakangnya. Tak ayal dia langsung menoleh kebelakang mencari arah suara itu. Dan Yuko melihat wajah yang tidak asing untuknya.

***************

"Nenek di zaman ini terlihat lebih cantik sekali ya Kek"

"Kau salah, saat kakek pertama kali berkenalan dengan nenekmu sampai kakek menguburkanya dia masih tetap sama cantiknya tidak kurang tidak lebih"

 

Joomlart