<< Cerpen Aku Tau Itu Salah (jilid1)  >>

Aku Tau Itu Salah (jilid1)

E-mail Cetak PDF

AKU TAU ITU SALAH
(Oleh: Khoeri)

Kau tau dilahirkan sebagia pria itu bagaimana rasanya?

Ya dilahirkan menjadi menjadi sesesok pria itu sungguh luarbiasa mukjijadnya, aku cukup bersyukur dilahirkan menjadi seorang pria, tapi kadang aku sedikit iri dngan seorang wanita, mereka banyak sekali mendapatkan kebahagian yang ingin mereka capai tapi sebaliknya pria harus bekerja keras melawan realita hidup yang begitu suram ini!

Esok adalah hari di mana aku dilahirkan, tepatnya tanggal 27 Desember 1993, berarti esok umurku sudah menjelang 18 tahun, tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, seandainya waktu bisa diulang kembali, rindi rasanya dengan semua yang kualami di masa kecil ku dulu, selalu terbayang wajah ibuku saat aku disusuinya, raut wajah yang begitu bahagia dengan adanya diriku, melihat tetesan air matanya yang membasahiku, menangis bahagia, mungkin itu yang dia rasakan.

"Rie tolong ya selekas kamu pulang sekolah tolong nanti belikan ibu sayuran ya!"

"Siap boz, di tempat biasakan?"

"Ya, tapi ingat jangan seperti kemrin ya, sayurannya busuk tuh"

"Iya mamah! ya sudah aku brangkat sekolah dulu ya mam!"

Seperti biasanya ibu menyuruhku seperti anak perempuan, belanja kepasar! *Haha aneh ya tapi ini nyata, setipa harinya aku diperbudak olehnya, semua pekerjaan rumah mulai dari mencuci baju sampau hal yang menjijikan semuanya aku yang lakukan, padahal aku mempunyai satu adik perempuan yang sebaya denganku, hanya saja kita berbeda 2 tahun, tapi ibuku sama sekali tidak pernah menyuruhnya, apakah aku seorang kaka? Mungkin, aku jalani semua ini dengan senang hati tanpa meminta balasan apapun dari ibuku dan menuntutnya atas hal ini.

"Apa saja ya yang haru kubeli, sepertinya mau tambah tua deh"

Sewaktu di pasar aku bertemu dengan sesosok pria yang sangat tampan, berpakaian rapih, dan sedikit tinggi, percaya gak percaya dia ada di pasar seperti ini, ingin rasanya saat itu aku bertannya padanya, berjabat tangan dan saling bercakap.

"Mah ini sayurannya, oh ya mah nanti kalau ada yang mencariku, bilang aku tidur, tapi kalau itu penting, bangunkan saja aku"

"Iya nanti ibu bangunkan, oh ya terimakasih ya"

Hemm, masih terbayang wajah yang tampan itu debenakku, sulit rasanya untuk aku lupakan, aku bingung dengan semua ini, aku ini seorang pria, tapi bagai mana aku bisa menyukai seorang pria juga, aku tau itu salah tapi harus bagaimana? Takmungkin semua ini aku ceritakan pada ibuku.

 

Joomlart