CINTA ITU ADALAH KETIKA
(Oleh: Mimil)
Cinta adalah ketika menguatnya iman dalam hati
Aku mencintai cinta, dalam temaramnya rembulan bahkan dalam sunyi yang terpikat oleh pekat. Kadang dia hadir dalam dua bentuk senyawa yang sama sekali berbeda, namun unik dan kadang nyentrik. Menemukan sisi tebaik dalam pribadi seseorang adalah mencintai cinta dengan sederhana, tidak harus menuntut kesempurnaan bukan?
Yah, sekarang di sinilah aku berada
Hidup dalam cerita dongeng atau sastra gubahan penyair besar
Menunggu seorang pangeran tampan berkuda putih
1st heart : Terkadang dia hadir dengan sepeda reotnya menyusuri surau ke surau, dalam fajar keterasingan aku menunggunya di pojok jalan, dalam hampa dan penuh ketidak pastian. Mengamini setiap basmalahnya dan ayat ayat kenabian yang terucap dalam setiap degupan nafasnya. Memohon detik demi demi detik dalam sujud syukur di dua pertiga malam, bahkan mungkin tertulis jelas namanya dalam masjid di dekat Ka’bah Mekah. Satu titipan nama kulayangkan pada setiap jemaah haji yang kan berangkat di tanah suci mekah. Inspirasi dari segala inspirasi. Namun, Tuhan belum memeberikan pertanda dirinya untukku. Ini adalah tahun keduaku sejak bertemu dengannya. Izinkan hatiku mengukur kedalaman cinta ini, sampai para malaikat trenyuh dan sampai gugusan bintang terpencar dari galaksi bimasakti. Akankah takdir menghubungkan kami. 1 hal aku lelah
2nd heart : Terkadang juga dia hadir dalam bentuk lain, bentuk dunia yang sangat berbeda. Mungkin cinta memang unik, namun aku yakin ini tidak sesederhana seperti apa yang tertulis. Tak ada gunanya menjauh, kerena dia selalu datang dalam bentuk lain. Dia tak kentara, invisible namun bisa membuatku tak bisa tidur semalaman. Bagaimana aku bisa menggambarkan semua ini. Pernah satu waktu, aku mengenakan denda bagi diriku sendiri jika menghubungi dia. Benar, ini seperti racun atau candu dan jika dibiarkan hatiku akan lumpuh.
Mengapa pangeran tampan dan berkuda putih itu tak segera menemukan aku.
Hai, aku di sini, di sebuah sudut kehidupan yang pengap oleh segala kemunafikan. Temukanlah jiwaku, jiwa yang masih akan tetap semangat kerna impian yang aku bangun selama ini.
Cinta ketika engkau mengada, maka izinkanlah aku tuk menyapa
Tak ingin satu dunia, kerna dengan berbeda kan lebih berwarna
Maka izinkanlah aku menjadi permaisuri dalam dua duniamu, membahagiakanmua di dunia lalu menuntunmu ke surga. Aku tahu ini tak mudah
Namun, semua sudah tertulis di lauhul mahfudz. Apalagi yang mau dikata?
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Umar bin Khatab r.a. berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah Saw. Bersabda : “ Sesungguhnya, amalan-amalan itu tergantung kepada niat, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai yang diniatkannya. Barangsiapa niat hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya pun kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang saiap niat hijrahnya kepada dunia yang diinginkannya atau wanita yang dinikahinya, hijrahnya pun untuk apa yang ia niatkan” (H.r. Bukhari, dan Muslim)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Cinta itu adalah Ketika





































