(Cinta adalah ketika kita mau memperjuangkan dan mempertahankannya)
Taman itu tetap menghijau pun awan yang merona di pagi ini.
Inilah aku di 5 tahunku yang dulu aku sering mengatakan ‘ what will I am gone be in 5 years later’.
Duduk di antara jeruji-jeruji ibukota, mencoba mencari penghidupan sebagai penulis lepas. Aku bebas, aku merasakan kebebasan di sini, di antara sastra-sastraku yang mulai membumbung tinggi, di pelataran kota tlah tertulis beberapa judul buku atas karyaku yang berjudul ‘Hilang dan Kan Kutemukan’ atau di beberapa media cetak yang bertabur namaku.
Huff...
Terduduk lemas di sini merasakan bahu dan tulang belulangku yang mulai terkulai lemas kerna letihnya perjalanan hidup ini.
AKU!! Seorang wanita setengah baya, seorang ibu, seorang penulis sekaligus single parent yang berusaha tegar dihadapan media.
Namun, inilah aku... terkulai lemas memandang awan yang kini tampak sepenggalah.
Dia…lelakiku meninggalkan aku beberapa tahun silam. Yang tertinggal hanya kepedihan.
Pikiranku kembali melayang di lima tahun silamku.
Seorang wanita muda berbakat, lulusan dengan predikat Cumlaude dari Universitas ternama. Orang tuaku bangga bukan kepalang. Senggang beberapa bulan aku terdaftar sebagai analis account di sebuah perusahaan multinasional. Ayahku senang bukan kepalang!!!
Seorang partner berbakat mendampingiku, lelaki muda, cerdas dengan kemampuan analitis yang tinggi dan perlakuan yang santun, sebut saja namanya Denis. Cukuplah membuat jantungku berdetak lebih cepat dari semula.
Aku mencintainya, aku mencintai Denis dan ingin menjadi partner dalam hidupnya, menjalani hari bersamanya sampai nanti, sampai ajal memisahkan kita seperti dikisahkan dalam adegan ending dari film Titanic. Hmmh… sungguh menyentuh.
9 September 2011
Di sinilah aku, menjadi seorang pengantin. Menjadi seorang mempelai wanita. Menjadi seorang wanita yang akan siap menjadi ibu. Pengantin yang pedih, mempelai wanita yang tak pernah mengharapkan pernikahan ini terjadi dan tak akan pernah mau untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.
3 bulan pernikahan kami, aku mencoba beradaptasi dengan semua gaya hidupnya, keluarganya. Semua tenagaku tlah kukerahkan untuk ini. Tapi inilah aku, seseorang yang hanya percaya pada love at the first sight, no for second or third. Orang tuaku senang bukan kepalang, apalagi ibuku!!! Senang karena anaknya telah mendapat lamaran mobil Camry, senang karena derajat di keluarga kami pasti akan naik karena perkawinan dengan seorang keturunan darah biru.
Ini adalah 1,5 tahun pernikahan kami dan aku lupa bagaimana kejadiannya sampai…
Sekarang aku mengandung seorang bayi perempuan darinya.
Candra, yah ayahnya adalah Candra!!! Seorang suami pilihan ibuku. Seorang menantu pilihan ayahku.
Mengapa dulu aku tidak menolaknya?! Atau lari dari rumah saat lamaran itu terjadi?! Atau.. arghhh.. sekelumit pikiran yang terpatri dalam otakku. Namun inilah yang disebut takdir dan masa lalu. Sesuatu yang paling jauh dan dengan upaya apapun tak dapat mencapai ke sana, seperti yang dituliskan oleh Sang Gozali.
Aku dimadu saat perkawinan ke 3 kami. Ada sedikit sakit disini. Di dasar hatiku. Meskipun aku tidak mencintainya di awal pernikahan kami, namun inilah wanita, benih-benih cinta tetap akan muncul karena ‘trisno jalaran soko kulino’. Setegar apapun, aku tidak dapat membagi hatiku untuk wanita lain.
Aku memutuskan untuk bercerai darinya. Orang tuaku? mereka bingung bukan kepalang dan menyesal atas ini.
Kini aku melanglang buana ke ibukota, bersama buah hatiku. Mencoba mencari makna di balik cerita. Kembali melanjutkan hidup dan mencari seorang denis. Aku selalu percaya dan yakin dengan intuisiku, di batas waktu nanti ku kan temukan denis sebagai partner dalam hidupku, sebagai ayah dari anak-anakku yang baru. Bagai seorang Kugi dalam novel Dee yang mencari cinta seorang Keenan. Aku kan berjuang untuk Denis dalam dunia yang tak terbatas, karena hatiku tlah memilihnya.
Novelku yang baru kan segera terbit ‘Hilang dan Kan Kutemukan’. Novel yang berisi kehidupan cinta seorang single parents, sebuah sastra dari hati yang kan mengatakan pada dunia bahwa kukan tetap mencari dan menunggunya. Di belahan bumi manapun Denis berada aku yakin satu saat dia kan menemukanku.
AKU!!! Seorang wanita setengah baya, seorang ibu, seorang penulis sekaligus single parent yang berusaha tegar di hadapan media menyatakan cinta melalui sastra.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Tanpa Batas



































