Tahun baru tinggal 1 hari 1 malam lagi. Atau 2 hari 2 malam lagi menuju tanggal 2 Januari. Ya... tanggal 2 Januari adalah tanggal yang sangat menegangkan. Bagaimana tidak? Di tanggal itu kekasih saya berulang tahun, ya sebut saja Nies
Hari itu jumat pagi tanggal 31 Desember.
Semua keluargaku telah bersiap siap untuk berangkat liburan menuju Surabaya. Hanya aku seorang yang tidak mengikuti acara tersebut. Aku memutuskan untuk diam dan merayakannya di rumah atau jalan jalan bersama keaksihku yang sangat kucintai. Wajar saja kan aku baru 3 minggu jadian sama dia setelah penantian panjangku yang mengharapkan cinta dia. Ya itulah salah satu alasanku untuk berdiam diri di rumah selama tahun baru berlangsung.
Jum'at siangnya setelah aku sembahyang Jum'at. Aku mendapati kabar bahwa kekasih saya telah jatuh sakit, aku pun binggung apa yang harus aku lakukan kini. Semua yang telah aku susun rapi rusak berantakan
"Mau gimana lagi mungkin ini sudah takdirnya"
Aku bergunam sambil berpikir. "Masa aku harus mementingkan diri aku sendiri untuk mengajak dia berjalan jalan menyusuri trotoar sembari menengok ke langit menikmati rudal yang meledak di langit"
***
"Nies kamu sakit ya?"
"Iya Ning meriang", (Ahh gagal emm ternyata benar) dalam pikiranku
"Ya udah kamu istirahat dulu aja ya Nies"
"Ok boss"
Sambil menutupi nada suaraku yang kecewa. Aku berpikir akan kah aku harus menyusul ke Surabaya, sementara mungkin kini ayah sudah sampai ke tujuan.
"Masa aku nyusul ke Surabaya sementa kekeasihku sedang berjuang melawan penyakitnya", aku bicara sendiri seolah olah ada seseorang di hadapanku.
Persetan hari ini!
Aku harap tahun baru esok akan indah.
Aku menghubungi bebebrapa temanku via telpon
Ternyata dan tenyata masing masing dari mereka sudah punya acara sendiri
" Ya nasib... ya nasib..", mau nyesel udah terlambat, meski ayahku memberiku bekal selama ia pergi
***
Aku berharap saat ulang tahun dia nanti dia bakal fine fine aja, Jum'at malamnya aku ke toko yg terpangpang nama " Joyería", yang artinya perhiasaan. Ya mau gak mau aku harus ke toko tersebut untuk membeli bebebrapa perhiasan yang berupa cincin untuk hadiah ulang tahun kekeasihku.
"Haha beli cincin, buat temenya", dengan akrab pemilik toko perhiasan tersebut menyapaku. Wajar saja ibuku agak mengenal dia secara akrab.
"Iya ni, cuman aku bingung ukuran yang pas buat dia"
"Memeng umurnya berapa tahun?"
"Enem belas tahun"
"Oh... eh cirinya kaya gimana?"
"Baik, cantik"
"Masudnya ciri fisiknya bloon!"
"Hahahaha, sorry qo, emmh tinggi agak kurus pokoknya ideal lahh "
"Oke oke"
"Kalo bisa yang ada permatanya dan warna permatanya ungu"
"Emm... ini dia yg kamu cari"
"Ok siieef, makasih ya kok "
"Sie sie"
Setelah itu saya mampir ke mini market dan ke toko kue untuk memesan kue ulang tahun dengan angka 16 di atasnya berikut tulisan
"I love you forever Nies "
Setelah itu saya pulang ke rumah dan menyalakan televisi
"Malam ini hanya kau dan aku", sambil bicara sendiri pada sebuah kaleng bir
"Hah mau apa lagi makan udah, kayanya tinggal nunggu tahun baru"
-Beberapa jam kemudian-
"Happy new year", sambil berteriak dan tak peduli dengan keadaan sekitar. Ponselku pun berbunyi dengan nada panggilan masuk Mocca "Secret Admire"
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam", suara mamaku menjawab salamku di ponsel
"Ka gimana seru tahun barunya?"
"Tau ahh... eh mah kok bisa barengan sih?"
"Ya iyalah, kan kita masih se-daerah waktu"
"Owh iya ya"
"Suruh siapa kamu kag ikut sih?"
"Kata hati aku, ehh mah udah dulu yah aku ada sms masuk nih"
"Ok sayang bye wasalam"
"Iya salam buat ayah, wa'alaikum salam"
Kemudian aku melihat poselku dengan 10 sms dari teman-temanku yang berbeda-beda. Dari nama pedanya aku tak melihat satupun sms dari kekasihku. Aku mulai membaca dari bawah, semuanya hanya kata "Happy New Year". Kemudian ada satu sms lagi masuk yang tanpa basi-basi menyatakan
"Ehh sobb happy new year... sob ana liat pacar loe tadi di lapang Merdeka Sukabumi"
Aku pun segera menelfon si pengirin sms tersebut yang kuberi nama kontak Ucink
"Brow, yang bener donk?!", tanpa mengucapkan salam serta basa basi
"Sumpeh lah!"
"Ok thanks"
"Siap lah"
"Ehh tunggu jangan dulu ditutup, kamu liat dia sama siapa?"
"Sama laki-laki"
"Wah masa, kamu kenal gak sama dia?"
"Kaga brow"
"Ok thanks"
"Oh yeah"
Saat ini aku sangat dan benar hampa. Aku benar gak ngerti apa yang sebenarnya sedang terjadi, ada apa ini, entah geram atau apapun itu yang aku tahu kini hanya satu, aku harus tau yang sebenarnya.
Ternyata lelaki itu adalah ada lah "Kopi" itu adalah nama panggilan anak- anak untuk orang tersebut. Yang gilanya lagi orang tersebut adalah mantanya Niezku tercinta
"Apa yang kamu rasain jika kamu melihat atau mengatahui seseorang yang kamu cinta sedang jalan berdua dan berpegangaan tangan dengan mantannya sendiri, padahal waktu dulu dia tuh pernah kita suruh tuk memilih antara kita dan mantannya dan kemudian dia milih kita tanpa ragu"
Saat ini logika dan emosionalku menyatu dan berfikir tentang apa yang harus aku lakukan. Sempatku berpikir untuk bermain fisik dengan si Kopi kakak kelasku tersebut. Kemudian logikaku berkata bahwa "Eka jika kamu sanpai harus ribut sama kaka kelas gara-gara cinta, kamu bakal menjadi orang paling hina sedunia!"
Tapi emosionalku tak mau kalah "Jika kamu mencintainya kamu harus memperjuangkannya meski itu harus membuat kamu mati karna malu"
Aku tidak egois atau pun sebagainya. Aku lebih memilih... memilih untuk diam! Pura pura bego seperti keledai atau pun anak yang autis. Inilah yang membuat aku rada sentimen dengan cewe. Terutama dengan Nies dan Kopi
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Inilah Akhirnya




































