<< Cerpen Tuntunlah Aku ke Jalanmu  >>

Tuntunlah Aku ke Jalanmu

E-mail Cetak PDF

TUNTUTLAH AKU KE JALAN-MU!
OLeh: Wirda Luthfiah

 

”Maafkan aku Shofi, aku terlalu egois dan aku baru sadar, aku minta bantuanmu untuk mengajari dan menuntunku dalam mengetahui Islam lebih dalam lagi, Shofi.. aku ingin bertobat!” 

Sinar matahari seakan membakar kota Jakarta yang gersang, panas menyengat bagai bara, debu-debu jalan beterbangan laksana kapas tertiup angin. Dari kejauhan nampaklah seorang anak manusia, dia salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dia bernama Yanti dan dia sedang melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.

Yanti seorang gadis periang dan pandai bergaul, ayahnya seorang pengusaha berhasil dan ibunya termasuk wanita karir yang tergolong sangat sibuk dan jarang di rumah. Setiba di rumah, ”prang...prang...., itulah sebagian suara yang sering didengar oleh Yanti sepulang kuliah, ternyata itu adalah suara benda-benda yang dibanting oleh kedua orang tuanya kalau mereka sedang bertengkar.

”Lanjutkan saja semuanya biar hancur sekalian keluarga kita!” bentak Yanti.

Sambil mendekati kedua orang tuanya Yanti melempar tas dan mapnya, seraya bertanya ”Sekarang Yanti mau tanya, apa ayah dan ibu sudah enggak sayang lagi sama Yanti?”.

Ayah ibunya hanya bisa diam mendengar pertanyaan anaknya. ”Jawab...ayo jawab, kenapa diam? Tadi adu omong, sekarang ditanya malah diam!”. Tanpa terasa Yanti meneteskan air matanya.

”Yanti benci ayah, Yanti benci ibu, Yanti benci semuanya”, ujarnya sambil berlari menuju kamar. ”Brug,”  Yanti menjatuhkan badannya di tempat tidur, dan menangis memikirkan kedua orang tuanya yang selalu bertengkar dan tak pernah mengubris dan bertanya tentang keadaanya dan Yanti tak pernah mendapatkan kasih sayang dan keberadaan Yanti layaknya anak orang lain.

”Kenapa Tuhan?! Kenapa hal ini harus aku alami, aku ingin merasakan kehangatan sebuah keluarga. Mereka sama sekali tidak pernah memikirkan perasaan anaknya sama sekali. Aku kesepian, tak ada tempat untuk bersandar di dalam rumah ayah dan ibu hanya sibuk dengan pekerjaanya masing-masing. Aku tidak hanya membutuhkan materi Tuhan! Aku membutuhkan sebuah kehangatan.” ungkap Yanti dalam hati.

***  

 

            Hari-hari berlalu penuh kesedihan, ini semua menjadikan Yanti berubah total, Yanti yang dulu terkenal periang dan sekarang Yanti terkenal brutal akibat tidak adanya perhatian kedua orang tuanya.

Suatu hari dipertemukanlah Yanti dengan seorang pria bernama Tony di sebuah Diskotik di bilangan Jakarta.

”Hai...cewe...!”, sapa Tony. ”Hai juga,” Jawab Yanti sambil meneruskan minumnya, lalu mereka berkenalan dan akhirnya keduanya menjalin hubungan cinta.

            Hampir setiap hari sepulang kuliah, Yanti menghabiskan waktunya bersama Tony sampai larut malam dan kondisi Yanti sekarang tak pernah digubris oleh kedua orang tuanya, yang penting ayah dan ibunya telah memberi uang saku kepada Yanti. Di kampus, Yanti memiliki teman seorang mahasiswi baru bernama Shofi, ia seorang muslimah berjilbab dan kebetulan duduk di sebelah Yanti.

”Hai..., sapa Yanti, kamu mahasiswa barua yah?”, tanya Yanti.

”Yah...saya mahasiswi baru di sini, siapa namamu?” tanya Shofi.

”Kenalkan nama saya Yanti”, (sambil mengulurkan tangannya dan shofi pun membalasnya), lalu mereka tertawa bersama.

***

 

Hari berganti hari mereka berdua bertambah akrab dan keadaan Yanti sekarang berubah sedikit demi sedikit. Suatu ketika mereka berdua berjalan menelusuri kampus dan Handphone (HP) milik Yanti berdering

”Hallo...ini Yanti yach?” tanya Toni membuka pembicaraan

”Ya...ini saya sendiri” jawab Yanti

”Ini saya Toni” nanti malam saya tunggu di tempat biasa pokoknya bisa engga bisa saya tunggu harus datang yach...” dah...Toni menutup teleponya

”Ton...Toni halo...?” yach di tutup duluan” sesal Yanti

” Dari siapa Yan? ” tanya Shofi

”Oh...yang barusan telepon? Toni namanya dan dia suka aku dan akupun juga menyukainya”

”Oh...pacarmu?” ujar Shofi dan mereka kembali ke rumah masing-masing dan diperjalanan pulang Yanti hanya memikirkan mengapa Yanti harus menemani Toni malam ini?!

 

***

 

            Malam harinya Toni menunggu kedatangan Yanti di depan diskotik tapi Yanti masih berada di kosnya, Yanti sangat gelisah dan ragu-ragu untuk melangkahkan kakinya menuju diskotik tetapi beberapa menit kemudian Yanti memberanikan diri untuk pergi ke diskotik.

Setengah jam kemudian di depan diskotik:

” Yan kok lama banget sich datangnya?” Tanya Toni.

”Biasa....kayak ngga tau Jakarta aja” Jawab Yanti agak kesal

Lalu Toni mengajak Yanti di tempat duduk yang telah dipesannya dan Yanti menikmati minuman yang ternyata telah dibubuhi obat tidur. Selang beberapa menit setelah mereka ngobrol.

”Ton...aku pusing antar aku pulang ke kosanku yach” pinta Yanti

”Oke kalau begitu kita pulang sekarang” Ajak Toni. Sesampainya di mobil Yanti tertidur pulas dan ternyata Toni yang punya niat busuk terhadap Yanti tidak mengantar Yanti ke tempat kosanya melainkan menuju sebuah hotel dan di hotel tersebut Toni merenggut kesucian Yanti.

***

 

Keesokan harinya Yanti sadar dari tidurnya dan mendapati dirinya yang tanpa busana setengah badan ”Oh...di mana aku?” Tanyanya dalam hati ”Apa yang telah terjadi padaku? TIDAK.....!!” Yanti berteriak di kamar hotel, sementara itu Toni telah pergi meninggalkan hotel sebelum Yanti siuman dari tidurnya.

***

 

Hari terus berlalu dan ternyata Toni melarikan diri ke Batam tanpa sepengetahuan Yanti. Dan akhirnya Yanti terus dilanda kesedihan. Suatu hari Yanti berjalan menelusuri kampusnya ditemani Shofi dan dia mengutarakan apa yang telah terjadi pada dirinya dan Yanti berniat untuk bunuh diri dari pada hidup menanggung malu.

”Aku sudah hancur, hidupku sudah tidak ada artinya lagi. Buat apa meneruskan hidup ini, aku seperti manusia yang tak berguna di dunia ini. Ayah dan ibuku sudah tidak harmonis lagi dan bahkan mereka sudah sama sekali tidak memerdulikan keadaan anaknya ini, dan sekarang kehormatanku sudah terengut oleh seorang laki-laki yang tak tahu diri” Suara hati Yanti mencaci dirinya sendiri.

”Shofi, sepertinya aku igin bunuh diri saja” Ungkap yanti kepada teman karibnya itu, sambil berjalan di tepi jalan. 

Namun Shofi memberikan saran pada Yanti. ”Jangan....! bunuh diri itu dibenci Allah!” Tegas Shofi

”Lalu aku harus bagaimana dong? Aku sudah terlanjur malu”  jawab Yanti

”Ada satu jalan yaitu bertobat dan jangan berputus asa karena putus asa itu dosa, Yan kalau memang kamu menyadari kesalahanmu dan kamu ingin bertobat, Allah pasti mengampuni hambanya bagi siapa saja yang ingin bertobat kepadanya”.

”Tidak Shofi, aku akan tetap melakukanya” Ungkap Yanti. Seketika itu Yanti berlari ke jalan sambil menangis, Yanti awas...!! tetapi Yanti tidak menghiraukanya, ternyata sebuah mobil melaju dengan kencang menabrak Yanti dan Yanti pun jatuh bersimbah darah.

Lalu Shofi melarikanya ke rumah sakit terdekat. Di ruang tunggu Shofi sangat gelisah karena takut kehilangan Yanti yang nampaknya tidak ada harapan lagi untuk hidup, setengah jam kemudian dokter keluar dari ruangan operasi.

”Maaf siapa keluarga dari saudara Yanti?” Tanya Dokter

”Saya Dok” jawab Shofi

”Bagaimana keadaanya Dok?”Tanya Shofi ingin tahu

”Alhamdulilah dia bisa diselamatkan, tapi janin yang ada dalam kandungannya tak mampu bertahan, sehingga harus di operasi” Dokter menjelaskan kepada Shofi ”Terima kasih banyak Dok” lalu dokter tersebut berlalu meninggalkan Shofi.

***

 

            Shofi merasa sangat bahagia, lalu keesokan harinya setelah Yanti sadar dan siuman, Shofi masih berada di sisi temanya tersebut.

 ”Oh...di mana ini?” Tanya Yanti

”Di rumah sakit Yan, dokter berhasil menyelamatkanmu dan itu semata-mata karena Allah sayang pada hambanya”.

”Maafkan aku Shofi, aku terlalu egois dan aku baru sadar dan aku minta bantuanmu untuk mengajari dan menuntunku untuk mengetahui Islam lebih dalam, Shofi aku ingin bertobat”.

”Alhamdulilah, mudah-mudahan hal ini merupakan suatu hidayah dari Allah SWT. Aku senang banget kamu selamat”  mereka saling berpelukan satu sama lain dan menangis bersama karena terharu.

            Dan akhirnya Yanti mulai mendalami Islam dan ia berusaha untuk menjadi muslimah sejati.

 

Joomlart