<< Artikel Teror Pornografi Bagi Anak  >>

Teror Pornografi Bagi Anak

E-mail Cetak PDF

TEROR PORNOGRAFI BAGI ANAK
Oleh: Fauzi 

Di era teknologi sekarang ini, handphone bukan lagi barang yang mewah. Orang orang sudah banyak yang memilikinya. Bahkan para orang tua sudah berani memberikan handphone kepada anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar maupun tingkat pertama. Mereka tidak memikirkan dampak negatif bagi anaknya yang belum matang psikologinya. Apalagi handphone yang diberikan para orang tua biasanya sudah memiliki fiktur multimedia yang sudah lengkap seperti bisa untuk internet, foto, video. Sehingga bahaya pornografi mengancam kehidupan mereka.

Menurut penelitian terdapat 2 sistem di dalam otak manusia, yakni director (bagian otak depan atau prefrontal cortex/PFC) dan responder (pada sistem limbik). PFC terkait dengan kemampuan berfikir rasional.Misalnya dalam hal menentukan skala prioritas, analisis, dan menimbang resiko. PFC baru sepenuhnya berkembang pada usia 24- 25 tahun.

Sedangkan sistem limbik bertanggung jawab dalam hal mengatur perilaku, hasrat, emosi dan memori. Sistem responder antara lain mengajak individu untuk memuaskan diri dan merasakan kenikmatan. Seperti kita tahu, bagi anak stimulasi belajar yang paling mudah  adalah belajar  dengan cara melihat dari pada berfikir.

Oleh karena itu, saat  anak melihat pornografi, sistem responder lebih dominan bekerja, sebab PFC belum berkembang optimal. Tak mengherankan jika si anak ketagihan mencari pemuasan kesenangan diri yakni berupa materi pornografi.

Lingkungan masyarakat, sekolah, dan keluarga berperan penting dalam perkembangan anak. Maka pesan kepada para orang tua supaya memperhatikan setiap kegiatan keseharian anaknya. Dia bergaul dengan siapa, bermain kemana. Lebih bagus lagi para orang tua mengadakan kegiatan yang positif bagi anaknya. Entah itu di ikutkan bimbel, atau kursus kursus yang menunjang potensinya seperti sepak bola, musik, beladiri. Sehingga waktunya digunakan untuk hal hal  yang positif.

Joomlart