<< Artikel Pendidikan Hati  >>

Pendidikan Hati

E-mail Cetak PDF

PENDIDIKAN HATI
Oleh: Lins 

Sementara dunia pendidikan begitu sibuk membuka jurusan baru.

Berlomba-lomba menawarkan solusi cerdas, kuliah singkat, cepat bekerja.

Namun , sampai sekarang penulis belum menemukan, universitas yang menawarkan jurusan ”Teknik Informasi Hati”. Mengapa? Mengapa juga perlu dibuka jurusan ini?

Bukankan kalau sudah menyangkut hati, semuanya menjadi rumit?

Sementara pendidikan tanpa hati pun sudah cukup pelik?

Pendidikan belum bisa dinikmati semua pihak, mengingat biaya pendidikan yang tidak sedikit. Materi yang diberikan pun tidak mudah, kemampuan untuk menjangkau anak didik tidak mudah. Belum lagi, masalah kesadaran.Kesadaran akan pentingnya pendididikan tidak dimiliki semua pihak, khususnya pihak orang tua.

Mengapa perlu sulit-sulit membuka jurusan hati? Bukankah belum tentu diminati?

Belum lagi  yang dikeluarkan untuk membuka jurusan baru tidak sedikit.

Pendidikan hati?

Apakah hati perlu dididik sama seperti halnya mendidik akal?

Tentu saja, bukan hanya akal yang perlu diasah. Hati juga perlu diasah.

Kecerdasan tidak akan bermanfaat bagi sesama jika sang pemilik tidak memiliki hati yang baik. Kita tidak ingin menciptakan Hitler-Hitler baru, bukan?

Oleh karena itu hati perlu memperoleh pendidikan sama halnya seperti akal.

Lalu, bagaimana cara mengasah hati?

Mendengar, mendengarkan suara hati. Belajar mendengarkan suara hati. Mungkin awalnya kita merasa ragu, apakah itu benar-benar merupakan suara hati?

Sama halnya seperti matematika yang memerlukan latihan. Diri kita pun perlu dilatih untuk mendengar suara hati . Semakin terlatih, kita akan semakin yakin akan suara hati.Suara hati akan menuntun kita ke arah yang benar.

Dituntun suara hati, menuju arah yang benar, tujuan kita yang sesungguhnya.

Jiwa perlu diisi serta diperbaharui terus menerus.

Kabar baik! Kita tidak memerlukan jasa universitas, atau siapa pun untuk membuka jurusan hati. Tidak diperlukan biaya SKS yang mahal untuk mengikuti mata kuliah ”Pendidikan Hati”. Yang kita perlukan adalah kesedian diri, kerendahan hati, serta kejujuran terhadap diri sendiri untuk membuka hati. Belajar mendengar apa yang dikatakan hati nurani. Menyelami hati, sama halnya separti menyelami pikiran.  Memerlukan latihan serta ketekunan.

Comments 

 
0 #1 adam evano 2011-11-13 15:53
dear lins,

setuju dengan itu. namun kurang tepat bila penerapannya di universitas. kalau kita semua serius mau merubah momok "pendidikan" di indonesia. rubahlah dari bibitnya. bukan dari batangnya atau daunnya. adik-adik kita yang dengan senyum manis atau tangis lucu lah yang harusnya mulai kita perhatikan. kurikulum pendidikan sekolah dasarlah yang harus dirubah.
pelajaran kebijaksanaan, kejujuran, salaing mengasihi, menghormati, bekerjasama, tenggang rasa, tanggung jawab, cinta kasih, pengendalian diri, dll
hal-hal itulah yang seharusnya lebih ditekankan dan diajarkan pada kurikulum pendidikan dasar.
matematika, ipa, ips, dll (ilmu eksakta) mudah untuk diajarkan karena intinya adalah memberikan / mentransfr ilmu. nah jenjang perkuliahan sudah tepat lebih memusatkan pada ilmu2 dunia. itu sebagai penunjang calon-calon pembangun bangsa dari segi akal. namun Base on dari segi hati yang telah ditanamkan saat sekolah dasar dulu.

nah pertanyaannya, berahikan kita (pemerintah & masyarakat) untuk merombak kurikulum yang ada?
 
Joomlart