<< Artikel wiraswasta, wirausaha dan wirakarya solusi pencari kerja  >>

wiraswasta, wirausaha dan wirakarya solusi pencari kerja

E-mail Cetak PDF

WIRASWASTA , WIRAUSAHA DAN WIRAKARYA SOLUSI PENCARI KERJA
Oleh: Sumpenod

Pak Gani salah seorang Kepala Biro di kantor pemerintah tempat saya bekerja mencapai tingkat dan kedudukannya karena mempunyai sifat wiraswasta yaitu ingin maju dalam karirnya, kaya pengetahuan, wawasan dan berhasil dalam karir. Pertama kali masuk sebagai pegawai negeri, Pak Gani hanya berijazah sekolah menengah pertama (SMP), sehingga di kantor dia hanya mendapat tugas sebagai pegawai administrasi terbawah (hampir dianggap sebagai pesuruh ). Dia belajar sore hari untuk mengambil ijazah SMA yang kemudian dilanjutkan ke tingkat Perguruan Tinggi. Kesemuanya dijalankan dengan tekun dan upaya yang tidak kenal lelah, tidak pernah putus asa, walhasil jenjang karirnya selalu menanjak dari waktu ke waktu, jiwa wiraswastanya untuk maju dia terapkan dengan sungguh-sungguh, meski dia bekerja sebagai pegawai negeri. Karena menurut pencetus wiraswasta dimaksudkan sebagai sikap mental untuk maju, kaya dan berhasil pada kariernya. Istilah wiraswasta mulai mencuat di tahun 70an akhir, meskipun jauh sebelumnya wiraswasta sudah ada, umum dikenal sebagai entrepreneurship . Wira berarti berani dan swasta bukan pemerintah sehingga wiraswasta bermakna berani (berusaha) tanpa ketergantungan pada pemerintah; dalam skala kecil adakalanya diartikan sebagai segala sesuatu usaha sendiri tanpa bergantung pada pihak lain. Di tahun-tahun lahirnya istilah wiraswasta, para pencetus dan yang mempopulerkan istilah tersebut, antara lain Bapak Suparman, wiraswasta didefinisikan sebagai sikap mental untuk maju, berhasil dan kaya di segala bidang dan tidak bergantung pada pihak atau orang lain. Waktu itu wiraswasta diartikan tidak hanya mencakup usaha bisnis atau dagang saja, tetapi di segala bidang. Pengertian tersebut ingin ditanamkan khususnya kepada generasi muda dengan harapan muncul wiraswastan baru yang maju dalam usaha, berhasil dalam karir. Serta kaya harta dan pengetahuan. Sikap dasar itulah yang oleh para pelopor wiraswasta ingin dikembang luaskan sehingga pemahamannya tidak sempit dan hanya mencakup usaha bisnis atau dagang saja tetapi semua lapisan dan warga mempunyai sikap mental dapat berdikari (berdiri diatas kaki sendiri). Salah satu moto yang popular dan dikembang luaskan dalam usaha wiraswasta adalah penciptaan lapangan kerja atau usaha membuat lapangan kerja bukan mencari kerja. Dasar pertimbangannya bila setiap individu dapat menciptakan usaha sendiri maka lapangan pekerjaan akan terbuka dengan sendirinya, tidak harus bergantung kepada pemerintah. Demikian juga bagi setiap individu yang sudah mempunyai usaha tetap mempunyai jiwa dan keinginan untuk maju, kaya dan berhasil dalam bidang pengabdiannya. Semangat inilah yang ingin senantiasa dipupuk dan dipersemaikan sehingga berkembang dan menjadi semangat di dalam kehidupan khususnya generasi muda. Pak Suparman sebagai salah seorang pencetus wiraswasta pernah menceriterakan perjalanan hidup dan usahanya dengan menekankan pada usaha penciptaan lapangan kerja baru. Sebagai seorang pencari kerja pada awalnya, demikian ceritera Pak Suparman; suatu hari dia beristirahat di depan sebuah rumah dengan halaman yang cukup luas, sayang tidak terpelihara. Tiba-tiba muncul gagasan di benaknya bagaimana kalau dia ciptakan kerja untuk dirinya dengan membuat dan memperindah taman tersebut. Singkat ceritera, Pak Suparman berhasil menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sebagai pembuat taman yang dikerjakan dengan tekun sungguh-sungguh dan sepenuh hati sesuai dengan ketrampilan yang dimiliknya. Hasil kerjanya dinilai sangat memuaskan oleh si pemilik rumah sehingga dipuji dan dipamerkan kepada teman-temannya yang lain; ini merupakan sebuah keuntungan besar bagi Pak Parman karena dapat dianggap sebagai iklan gratis, dan ternyata berhasil sehingga banyak tawaran yang masuk ke Pak Parman. Singkat ceritera dengan menciptakan kerja tadi, Pak Parman berhasil dalam hidupnya, dia maju dalam upaya , kaya dalam harta dan berhasil dalam usaha. Inilahjiwa wiraswasta yang ingin dikembangkan oleh pak Suparman. Lain ceriteranya dengan mas Djoko yang berhasil menjadi seorang pengusaha sukses sehingga hidupnya saat ini bisa dikatakan sebagai orang kaya dalam harta. Saya tahu persis bahwa sewaktu memulai usaha pertama kalinya sebagai seorang pedagang kaki lima, tanpa modal uang sedikitpun; karena saya tahu waktu itu, untuk hiduppun dia merasa sulit dan saya termasuk orang yang sering meminjaminya uang sebagai modal usahanya. Berkat kerajinan dalam usaha serta sifat hemat dan sederhana serta ubed, usaha dagangnya makin lama makin berkembang, dari usaha sebagai pedagang kaki lima meningkat menjadi seorang pengusaha yang mempunyai beberapa toko dengan keuntungan besar sehingga Mas Djoko memiliki kekayaan harta yang besar. Dia kaya dalam harta berkat jiwa wirausahanya. Semangat wiraswata mas Djoko diwujudkan dalam wirausahanya, yaitu berani berusaha sendiri tanpa menjadi pegawai pemerintah. Akhir-akhir ini, sangat dirasakan sulitnya mencari pekerjaan bagi para pencari kerja. Banyak lulusan sekolah umum, sarjana lulusan universitas, yang tidak berhasil mendapat kerja alias menganggur. Salah satu penyebab utamanya adalah anggapan yang diciptakannya sendiri tentang kerja itu sendiri. Kerja di sini diartikan sebagai suatu kegiatan yang dicari di suatu tempat (syukur pemerintahan) sehingga mendapat penghasilan tetap setiap bulannya, meski harus kerja dalam waktu tetap yaitu dari pagi jam 0900 sampai sore jam 1700. Jarang yang berpendapat bahwa “kerja“ dapat diciptakan dengan merobah batasannya, yaitu menjadi kegiatan atau berkarya yang dapat diciptakan oleh dirinya sendiri, atau dikenal sebagai wirakarya. Wirakarya adalah tingkat paling sederhana bagi pencari kerja, karena wirakarya merupakan awal dari wirausaha dan wiiraswasta. Wirakarya adalah berkaya tidak harus dengan tempat dan waktu tertentu tetapi didasarkan atas pengembangan kemampuan dan ilmu yang dimiliki. Apalagi di jaman serba modern ini, fasilitas teknologi baru dengan mudah dapat dimanfaatkan sehingga bagi setiap individu apapun keahliannya, dapat berkarya sesuai dengan kemampuan dan bekal yang dipunyainya. Bagi yang pendidikan formal terbatas, kemampuan menggali dan memanfaatkan ketrampilan dan keahlian diri pribadinya sangat penting. Tanyakan pada diri masing-masing apa ketrampilan yang dimiliki serta pengetahuan yang pernah didapat, sehingga dengan kreativitas dan inovasi baru dapat mencipta lapangan kerja bagi dirinya dan senantiasa diikuti dengan pengembangannya sehingga tercipta lapangan kegiatan yang dapat menjadi tempat dia berkarya meskipun tidak bekerja di suatu perusahaan tertentu apalagi sektor milik pemerintahan. Dengan memelihara dan meningkatkan motivasi setiap saat wirakarya dapat untuk menerapkan prinsip wiraswasta : maju, kaya dan berhasil itulah yang harus senantiasa dipelihara sehingga tidak pernah putus semangat, rajin serta hemat. Hal tersebut merupakan kunci keberhasilan, dengan semangat tersebut akan dapat mengatasi pendapat yang selama ini berkembang. Pendapat yang kurang tepat yaitu uang sebagai modal padahal landasan utama dalam berwirakarya, wirausaha atau wiraswasta adalah sikap mental dan kemauan jiwa serta semangat dan cita-cita untuk maju, kaya dan berhasil. Tidak mustahil sebuah impian menjadi terwujud nyata meski tanpa modal uang, dimulai dengan wirakarya yaitu berani berkarya seperti misalnya menulis dan mengirim ke media ini, paling-paling tidak masuk dan tidak dimuat khan?


Joomlart