MENULI S DAN KEMALASAN
Oleh: Vijay
Saya adalah orang yang belum layak disebut penulis. Tapi keinginan dalam diri saya untuk menjadi penulis sudah ada sejak lama, bahkan boleh dibilang sangat lama. Tepatnya sejak saya duduk di bangku SLTP, waktu itu saya merasa bahwa pelajaran mengarang adalah pelajaran yang sangat saya sukai, dan saya lantas bercita-cita untuk jadi seorang penulis.
Waktu SLTA saya pernah mempunyai target :”Lima tahun ke depan, saya harus sudah bidsa jadi penulis, penulis yang bener-bener jadi, menurut versi saya tentunya (karyanya bisa terbit di berbagai media massa, bisa bikin buku/ novel dll)Tapi kenapa sampai sekarang saya belum juga bisa melahirkan tulisan yang layak dimuat di media massa?. Saya pernah mengeluh dan berkata kepada seorang penulis yang sering saya mintai saran-sarannya (dia penulis yang saya sukai karya-karyanya), saya bilang kalau saya adalah penulis yang gagal. Tapi penulis itu malah menjawab begini : “Ah nggak ada penulis yang gagal, adanya penulis yang malas".
Ya, mungkin memang benar kalau saya adalah penulis yang malas.Sebenarnya sering saya mencari artikel-artikel tentang kita-kiat menulis atau bagaimana mengatasi kendala-kendala dalam menulis , tapi semakin banyak mebaca teori-teori itu, bukannya saya mempraktekkannya, tapi malah saya keasyikan mencari-cari teori-teotri semacam itu lagi tanpa mempraktekkannya. Kadang saya juga sengaja mencari-cari artikel kalau-kalau ada teori yang bisa membela saya misalnya : tidak bisa jadi penulis karena kurang berbakat, karena kurang wawasan atau semacam itulah, tapi ternyata tidak ada.
Sebenarnya saya pernah dapat saran tentang kiat menjadi penulis andal, katanya cuma ada 3 yaitu : Menulis, menulis dan menulis.Dan setelah saya tahu kiat itu malah saya punya alasan lagi untik menyangkalnya : “Wong saya malas nulis masak harus menulis, menulis dan menulis ?” Dan saya tahu saya berpikir saya yang seperti itu tidak mungkin bisa membuat saya jadi penulis.Tapi saya berharap, mudah-mudahan Allah menjauhkan segala kemalasan pada diri saya, sehingga aktifitas menulis, menulis dan menulis akan bisa saya lakukan tanpa malas.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
MENULIS DAN KEMALASAN







































