


Siapa bilang menulis itu susah? Iya kali, untuk pemula. Tapi tidak bagi kamu yang rajin menulis dan menulis, terus berlatih, menulis itu terasa gampang. Coba saja tuangkan segala ide dan khayalan yang ada dalam pikiranmu, segala rasa dan emosi yang ada dalam hatimu. Niscaya kamu tak kan pernah menyangka, tahu-tahu puisi, cerpen, atau artikel telah tercipta.
Nah, bila karya telah tercipta, orang Inggris bilang: "publish or perish", maksudnya karya itu dipublikasikan, diterbitkan, atau dimuat di media massa, untuk dibaca dan dinikmati oleh banyak orang, atau hilang percuma begitu saja. Tentu kamu memilih karya-karyamu untuk publish bukan? Karena dengan dipublikasikannya karya kamu, artinya kamu sudah "berbagi" dengan banyak orang.
Demi menampung karya anak muda yang selalu penuh gejolak itulah, www.penulismuda.com ini hadir di tengah kita. Tempat mangkal penulis muda Indonesia, kayaknya ini sangat pas untuk wadah kamu yang ingin belajar jadi penulis. So, segera menulis dan kirim ke kami, karyamu dan namamu akan terpampang di sini. Keren kan?
Tunggu apa lagi? Segeralah menulis!
________________________________________________________________
Terima kasih.
Kamis, 24 Februari 2011 08:46
WRITER\'S BLINK bersama PERI FAROUK
dengan mengikuti training ini anda akan menguasai :
19-20 maret 2011
hotel kartika chandra -jakarta
investasi Rp.2.000.000,- DAPATKAN HARGA SPESIAL Rp.1.800.000 JIKA MENDAFTAR SEBELUM TANGGAL 13 MARET 2011
(GRATIS MAKAN SIANG, 2X COFFEE BREAK, SEMINAR KIT, MERCHANDISE, DAN BANYAK LAGI)
Cara mendaftar :
1.KIRIM SMS KE 0857-1879-8817 dengan format
DaftarWB;<nama lengkap>;<no telepon>;<alamat email>
contoh:
DaftarWB;aubrey diah;085718798817;aubreydiah@yahoo.com
2. pembayaran via BCA (setor tunai/transfer) ke:
no rek: 1670 5942 26
atas nama : Aubrey Diah Wandansari
(BCA cab.Cibinong)
Kami akan mengecek pembayaran. Jika pembayaran telah dilakukan, anda akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran yang akan dikirim via email (sesuai yang tercantum pada sms), untuk kemudian dikirim kembali formulir yang telah lengkap kepada tim kerja J-Academy sebagai data diri peserta
Peserta yang telah terdaftar akan diumumkan oleh pihak J-Academy setiap hari Senin di blog www.j-academy.blogspot.com
Maksimal jumlah peserta/training adalah: 50 peserta
Jika kuota telah terlampaui, maka calon peserta training dapat otomatis langsung terdaftar (dengan sebelumnya konfirmasi melalui pihak tim J-Academy) pada next even (even yang sama: Writer\'s Blink) yang akan dilaksanakan seminggu kemudian (26-27 Maret 2011) di tempat dan jam yang sama*
*training baru akan diselenggarakan jika peserta telah mencapai minimal 10 peserta
info lebih lanjut hubungi :
aubrey diah SKM (085718798817)
Oleh Administrator Sabtu, 05 Juni 2010 08:11
Halo Penulismuda!
Ini menu baru: Berita Kita.
Melalui rubrik atau halaman baru ini, kita bisa berbagi informasi apa saja. Banyak kegiatan sastra, seperti sarasehan, diskusi, pementasan baca puisi, atau bedah buku, yang dilaksanakan di berbagai tempat. Atau peristiwa-peristiwa pribadi yang mungkin anda alami dan cukup menarik untuk diketahui teman-teman yang lain. Silakan semua itu ditulis di halaman ini.
Dengan berbagi, kita sudah membangun sikap empatik dalam pertemanan di komunitas penulismuda indonesia ini.
Salam penulismuda!
Oleh Administrator Jumat, 04 Juni 2010 07:45
Member Penulismuda.com, yth.
Desain web penulismuda.com telah diupgrade sistemnya. Beberapa fitur, seperti Cerita Mini juga telah ditambahkan. Bagi yang ingin bergabung dalam penerbitan buku karya Penulismuda.com, silahkan mendaftar dan langsung upload naskah yang akan didaftarakan menjadi naskah buku.
Semoga layanan penulismuda.com bisa lebih bermanfaat bagi para member.
Salam,
Administrator


Halo Penulismuda!
Ini menu baru: Berita Kita.
Melalui rubrik atau halaman baru ini, kita bisa berbagi informasi apa saja. Banyak kegiatan sastra, seperti sarasehan, diskusi, pementasan baca puisi, atau bedah buku, yang dilaksanakan di berbagai tempat. Atau peristiwa-peristiwa pribadi yang mungkin anda alami dan cukup menarik untuk diketahui teman-teman yang lain. Silakan semua itu ditulis di halaman ini.
Dengan berbagi, kita sudah membangun sikap empatik dalam pertemanan di komunitas penulismuda indonesia ini.
Salam penulismuda!
BREAKING NEWS BREAKING NEWS BREAKING NEWS
MEDIA SASTRA ONLINE KOMUNITAS PENULISMUDA INDONESIA
Website www.penulismuda.com lahir pada April 2007. Pada saat dibentuk, website ini didedikasikan sebagai wadah karya tulis para penulismuda. Tagnya: Tempat Mangkal Penulismuda Indonesia sudah menjadi idiom komunitas bahwa di website inilah para penulismuda bisa berkumpul, berdiskusi, dan memuat karya tulisnya, baik berupa puisi, cerita pendek, cerita mini, maupun artikel ilmiah popular.
Dalam perjalanannya, setelah hampir 4 tahun, ternyata website ini mendapatkan antusiasme cukup tinggi. Terbukti saat ini anggotanya sudah mendekati 4000 orang, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada juga yang berasal dari luar negeri. Sedang pengunjungnya, saat ini rata-rata per hari sudah lebih dari 3.000 hit, dan pada akhir pekan (sabtu-minggu) pengunjung melonjak antara 4.000 – 7.000.
Updating naskah dilakukan setiap minggu. Karya yang masuk setiap minggu juga cukup banyak, terutama puisi dan cerpen. Ini memperlihatkan bahwa minat menulis para penulismuda sebenarnya sudah cukup baik. Banyak talenta menulis yang tersebar di luar sana, dan mereka itu memang sudah sepatutnya difasilitasi, diberi tempat, wadah, atau lahan, agar mereka dapat terus tumbuh dan berkembang.
Namun, setelah 4 tahun keberadaannya, website ini terkesan mandek, berhenti, hanya sebagai wadah. Tidak lebih dan tidak kurang. Memang, pengelola juga sudah mencoba mendinamisasi web dan komunitasnya dengan berbagai alternatif, seperti: menerbitkan buku antologi puisi dan cerpen (antologi puisi penulismuda – 2007; phantasy poetica/imazonation – 2010; jejaring facebook group: komunitas penulismuda Indonesia; dan buku karya pengelola sendiri: yuk, nulis puisi - 2008; yuk,nulis artikel - 2010; ide, kritik, kontemplasi – 2011). Ide-ide alternatif itu ternyata juga ditangkap dengan antusiasme tinggi oleh para penulismuda. Masukan untuk menerbitkan buku antologi masih terus meuncul, tetapi belum bisa difasilitasi kembali dengan alasan sangat klasik: dana terbatas!
Agar website dan komunitas ini terus berkreasi dan berkembang, saya sebagai pengelola mempunyai ide baru untuk mengembangkan website agar berfungsi lebih dinamis dan memberikan manfaat lebih besar. Ide saya adalah, website akan dikembangkan menjadi media sastra online.
Media sastra online itu kira-kira nanti formatnya seperti ini:
1. Sebagai media, fungsi utamanya adalah diseminasi (penyebaran) informasi. Jadi isi utama website adalah informasi atau berita seputar kegiatan sastra yang ada di berbagai kota di Indonesia. Berita itu bisa berupa kegiatan pentas baca puisi, pentas teater, diskusi sastra, seminar, bedah buku, buku baru terbit, obrolan ringan dengan sastrawan, dan semacamnya.
2. Sebagai media sastra diharapkan juga memberikan pencerahan kepada penulismuda. Pencerahan itu dengan memberikan informasi buku-buku sastra yang baru terbit, sekaligus dengan memberikan resensinya.
3. Sebagai media promosi, website memberikan ruang untuk penulismuda mempromosikan karya-karya mereka. (sebagai lapak untuk menjual buku sastra).
4. Sebagai media sastra, website masih tetap mempertahankan ide dasarnya sebagai wadah dan tempat mangkal penulismuda Indonesia. Hanya saja, tempatnya dibatasi, seleksi karya diberlakukan. Hanya karya-karya yang terpilih saja yang akan dimuat. Seleksi ini sekaligus untuk memacu semangat bersaing para penulismuda untuk terus memperbaiki karya mereka.
5. Sebagai media sastra online, yang sangat bergantung dari sumber informasi, harus ada sebuah tim yang mengelola website secara professional. Tim itu terdiri dari: redaksi, reporter, link negotiator, bahkan bila perlu marketing). Prinsipnya, media sastra online ini harus mampu tampil kompeten sekaligus professional. Untuk itu, dibutuhkan tenaga-tenaga muda yang mau kerja keras mewujudkan ide baru ini.
UNTUK MEMBANGUN IDE BARU INI, SAYA MENGAJAK SIAPA SAJA YANG MINAT.
INI KERJA BERBASIS KEPEDULIAN, JADI SEMANGATNYA ADALAH BERBAGI DENGAN MEMBERI.
MEREKA YANG BERORIENTASI MEMINTA TIDAK AKAN COCOK BERGABUNG DI SINI.
Saya tunggu kedatangan anda-anda yang punya semangat sama dengan saya: peduli, berbagi,memberi.
Salam penulismuda!
Wardjito Soeharso
pengelola website: www.penulismuda.com
Catatan Perjalanan TSI-IV
(1)
Tunduklah kepada Salmah, pergilah ke mana ia pergi. Dan ikuti angin takdir, bergeraklah ke mana angin ini bergerak (Ahmad Al Hadhrami)
Entah sejak kapan tepatnya saya mengikuti Salmah –atau dalam hal ini, mulai bergerak mengikuti angin, membaca, lantas mulai menulis sejumlah puisi. Biarlah Hanya Tuhan yang masih mengingatnya. Dan barangkali Pak Wardjito (Pendiri Penulismuda.com), yang sejak awal, dengan ikhlas, sudah sudi membaca sajak-sajak mentah yang mulai saya tulis. Sebab saya sendiri telah benar-benar dengan sengaja melupakan waktunya. Dan bahkan saya telah membakar seluruh sajaknya. Bukan bermaksud ingin menghapus jejak awal proses kreatif saya, tetapi justru karena saya ingin menekankan, bahwa semenjak kita dilahirkan betapa puisi telah meliputi hari-hari manusia. Bahwa dari waktu ke waktu, puisi terus berproses dalam diri manusia. Disadari atau tidak. Diinginkan atau tidak. Dituliskan atau tidak!
(2)
Barangkali kau masih mampu menahan peluru, tapi puisi ialah waktu. Ia adalah waktu!
Sebab seperti hidup, Sayangku, begitulah puisi mengalir. Tapi juga seperti kegelisahan, tanpa arah, tanpa hulu, dan tanpa hilir. Seperti ketika aku jatuh cinta padamu lantas kemudian berfikir:
Suatu hari, kenapa aku akan patah hati?
Kenapa jari-jariku hidup tetapi akan mati?
Kenapa bumi dibuat untuk terus dihancurkan kembali?
Yang saya ingat, ketika pertama jatuh cinta (kata pertama di sini pun sebenarnya adalah sesuatu yang ingin saya lupakan, sebab akan sangat mempersempit penafsiran), begitulah saya mulai suka membaca. Membaca apa saja. Maka “semenjak” jatuh cinta (nama lain patah hati) serta semenjak suka membaca itulah saya mulai menulis. Perihal pertanyaan-pertanyaan, kegelisahan-kegelisahan seperti di atas. Disertai kepekaan yang terlatih dengan sendirinya, juga kehadiran berbagai sudut pandang, yang menjadi berkah tersendiri bagi seorang penyair. Dan begitulah, seluruhnya didapat dengan membaca, proses awal agar seseorang bisa terus berfikir.
Sebab hanya pikiranlah yang dapat membedakan antara Adam dengan mayat hidup, antara orang waras dengan saya, antara seorang hyena dengan seekor manusia: Aku ingin merasa tak pernah ada, maka aku ada.
(3)
Kuceritakan kepadamu, bahwa ada seorang pencari yang tengah berjalan di garis tanganku. Ia percaya bahwa ia tak akan pernah menemukan apa-apa. Sebab betapa ia tahu, bahwa menemukan bukanlah takdir bagi seorang pencari, cintaku
Aneh juga menyaksikan kali pertama ia naik pesawat. Pertama menuju bandara, dan menyaksikan para petugas yang tak dapat menemukan bom waktu dalam dadanya. Aneh juga, karena dengar-dengar puisilah yang menerbangkannya, menuju event TSI-IV di Ternate, Maluku Utara.
“puisi? Hmm,,, ada-ada saja!”
(4)
Pungkit, aku menyentuh dengkul langit. Sementara dari jendela pesawat kusaksikan bumi dan abad-abad. Berlari,lantas saling melukai. Tak ada yang merawat, pulau-pulau sunyi yang sakit
(24/10) Sekitar pukul 07: 10 WIT, saya tiba di Bandara Sultan Babullah, Ternate. Tapi entah kenapa saya masih saja bertanya,
“apakah penting saya datang ke sini?”
“apakah saya harus berterimakasih ataukah saya harus mengutuk puisi-puisi yang telah merepotkan saya ini?”
“kenapa pak Wardjito (Pendiri Penulismuda.com) yang malah bisa melihat kepentingan event ini bagi saya, ketimbang saya? Sehingga beliau rela mengirimkan uangnya untuk biaya transpor saya! Padahal kami hanya pernah bertemu sekali. Dan ini yang saya garis bawahi, padahal beliau bukan Bupati!”
“jadi seberapa pentingkah event ini untuk saya?”
Begitulah saya terus mencari-cari jawaban. Saya mencari, maka tak menemukan.
Pertanyaan-pertanyaan ini, betapa erat kaitannya dengan pertanyaan-pertanyaan saya, kesangsian-kesangsian saya akan hidup.
Tuhan, saya bersumpah tidak akan bersedih jika sekalipun tidak bisa datang ke kota yang indah ini. Sebagaimana saya tidak akan menangis meskipun saya tidak dilahirkan ke dunia.
Tapi sesuatu yang datang bukankah sudah sepatutnya untuk disyukuri? Yang berupa kesedihan atau pun yang merupakan kegembiraan. Lagi-lagi saya sangsi menghadapi dua hal ini. Kesedihan dan kegembiraan yang entah apa bedanya.
Tetapi sungguh saya bersyukur bisa datang ke kota ini. Meski sungguh, sebenarnya saya pun tetap akan bersyukur jika tak bisa datang ke kota ini.
Bersyukur pula bisa bertemu dengan sastrawan-sastrawan senior yang ternyata sama-sama manusia: Yang pendiam, yang murah senyum, yang pandai bicara, yang sombong.. yah manusia!
(5)
(26/10)
Aula Makugawene, Pemkot Ternate.
Tak banyak yang dapat saya tangkap dalam sesi seminar yang menghadirkan dua pembicara dan dimoderatori oleh Ahda Imran ini. Bukan disebabkan oleh mikropon yang bunuh diri ketika Afrizal Malna berbicara. Tapi barangkali ketika itu saya baru tahu apa itu seminar. Terlebih, saya bukan seorang dari kalangan akademisi. Terlebih, yang saya tahu “hanyalah” bertani dan menulis puisi.
Tapi ada yang perlu saya catat dan ingat, bahwa saya telah terpukau dengan pemikiran Manneke Budiman, yang waktu itu menjawab lontaran Binhad Nurrohmat dengan secara mengesankan.
Ya, saya perlu membaca esei-eseinya!
(6)
(27/10)
Malam Di Kelurahan Tubo. Tebakan saya tidak meleset, Acep Zamzam Noor berjoget.
(7)
Di sebuah kamar hotel yang mengarah ke laut, kulihat lampu-lampu juga kapal-kapal yang berangkat. Kamu, kembali berkelebat!
Kamar nomor 2323 bercahaya. Ahmad Faisal Imron yang berwajah manis. Hingga saya mengelilingi Tidore dengan gratis.
Matanya. Bahasa laut itu.
Ada yang harus saya tulis! Ada yang harus saya tulis!
(8)
Galah termasuk orang yang diberkahi kepala yang pecah. Ahmad Syahid dipanggilnya Walkman hanya karena jambangnya yang lebat. Sedangkan Herton, suka sekali bicara dengan handphone. Bahkan, ia memanggil Handphonenya dengan sebutan “neng”.
Sementara Restu memanggil saya dengan sebutan penulismuda dot com. Saya mengira, itu bagian dari cara promosinya. Promosi website di mana ia menjadi anggotanya juga.
(9)
Oke, saya sepakat dengan seluruh sastrawan bahwa LO nya memang cantik-cantik. Sungguh mengerikan!
(10)
Selepas membaca kembali artikel Husain Alting, SE di Malut Post edisi 24/10/2011 sebagai Catatan Pengantar TSI-IV, dengan judul Narasi Cinta Dalam Sastra Etnik Ternate, saya bertanya-tanya tentang cerita Sofi Sado Sone yang dibahas sepintas. Kisah sepasang kekasih yang memilih dimakamkan bersama di kawasan pekuburan Santiong. Tapi sayang sekali, seperti di dalam artikel itu, para LO pun tak ada yang lebih tahu dengan jelas. Barangkali memang seperti yang sudah dijelaskan di dalam artikel itu sendiri:
Bahwa sastra lama Ternate tidak terdokumentasi dengan baik dan hanya ditemukan melalui ungkapan lisan para orang tua atau serpihan-serpihan kertas yang tercecer pada masing-masing individu.
(11)
(25/10)
Di Lapangan Ngara Lamo, selain penampilan Emha dengan Kyai Kanjengnya, monolog cerpenis Joni Ariadinata benar-benar tak kalah menariknya. Penampilan Happy Salma mah, No Coment lah!
(12)
(26/10)
Malam di Dodoku Ali, bersama Pungkit ditraktir Isbedy (salah satu Kurator Puisi) minum segelas Guraka.
Laut tengah surut waktu itu.
(13)
(27/10)
Malam di stadion Kie Raha. Lomba baca puisi tngkat SMU, untuk mengejar target rekor MURI dengan juri terbanyak.
Ah, rekor, entah kenapa masih saja berputar-putar dengan kategori yang itu-itu saja. Terbanyak, terpanjang, terlama, tercepat, terbesar, terkecil!
(14)
Honor belum dibagikan, Matdon kasihan.
Mengingat Afrizal Malna. Pakaian kotor menumpuk di dasar jurang, katanya. Laundry di Hotel, alahai, betapa mahal!
(15)
Termasuk kau kekasihku, tapi rupanya dunia terlalu semu untuk kujadikan sebab, bagi segala kegirangan juga kedukaanku
(29/10)
Sebagian kepulangan tertunda karena jadwal penerbangan yang diundur. Ada yang sedih, ada yang gembira. Tergantung memakai kaca mata siapa. Saya tidak dalam kedua-duanya.
(16)
Seperti hamparan lampu-lampu itu yang lebih terlihat indah dari kejauhan. Kau, Nampak lebih bercahaya dalam kenangan
BAGAIMANA MENGUPLOAD NASKAH?
Pertama, hanya anggota yang dapat mengupload naskah. Untuk itu, anda harus login dulu. Kalau sudah login, anda akan masuk dalam menu anggota. Salah satu menu anggtota adalah “tulis naskah”. Klik menu itu, dan anda akan dibawa ke form mengupload naskah. Pilih Bidang dan Kategori, lalu copy-paste naskah anda pada form "main text" dan selanjutnya klik tanda disket untuk "save" atau simpan. Selesai. Naskah anda sudah masuk ke bank naskah web, tinggal nunggu verifikasi sebelum dimuat.
Selama ini, hampir semua penulismuda mengupload naskah ke web dengan cara menguploadnya satu persatu. Sehingga, kalau mengirimkan 5 naskah puisi, misalnya, ya menguploadnya sebanyak 5 kali. Cara seperti ini tidak efisien. Pertama, upload naskah perlu waktu, apalagi kalau koneksi lagi ramai, tentu upload juga jadi agak lemot, lambat. Kedua, bagi pengelola, cara seperti itu juga menyulitkan dalam editing naskah, karena pengelola juga harus membuka satu persatu naskahnya.
Oleh karena itu, kami sarankan, kalau kirim naskah jadikan satu saja dalam satu halaman. Tulis semua puisi yang anda kirimkan dalam satu halaman. Dengan demikian, pengelola akan mudah membuka naskah anda, sekali buka untuk mengedit, semua naskah tersedia dalam satu halaman. Satu hal penting untuk diperhatikan: sejak web berganti wajah penampilan ini, setiap penulis puisi hanya diberi jatah muat 2 (dua) judul puisi. Jadi, silakan seleksi dulu, mana puisi terbaik anda, pilih 2 judul, baru dikirimkan (upload). Kalau kirim lebih dari 2, yang dimuat tetap 2, yang lain akan langsung didelete.
Cara seperti ini juga berlaku untuk cerpen dan artikel. Setiap penulis hanya diberi jatah 2 judul sekali muat. Selama ini tidak ada masalah untuk jumlah judul. Masalah untuk cerpen dan artikel justru terletak pada tata cara penulisan menurut kaidah bahasa yang benar. Silakan tulis naskah cerpen dan artikel anda sesuai tata cara penulisan yang benar. Perhatikan pemakaian paragraf, huruf kapital, tanda petik untuk dialog, dan seterusnya. Semuanya harus sesuai kaidah penulisan bahasa Indonesia standard. Kalau belum memenuhi persyaratan itu, naskah tidak akan kami muat.
Mohon diperhatikan. Terima kasih.